31 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Peringati World Cleanup Day 2026, Wabup Kediri Ajak Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai

56 / 100 SEO Score

807a73fcff18965a385a2a97eec4ba4d

Kediri – Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui aksi bersih lingkungan dalam peringatan World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat 30 Oktober 2026.

Ratusan relawan dari berbagai unsur turun langsung membersihkan kawasan yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Kediri tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah dan penerapan pola hidup bersih.

Sejak pagi, para peserta bergotong royong menyisir dan membersihkan sampah. Kegiatan melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kepolisian, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, hingga pelajar.

Sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman menjadi sasaran utama pembersihan. Selain aksi bersih-bersih, kegiatan juga diisi kampanye pengurangan plastik sekali pakai serta penanaman pohon untuk mendukung penghijauan kawasan.

Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa yang hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pemerintah. Perubahan nyata harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

“Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan kita sebagai masyarakat Kabupaten Kediri. Sampah adalah persoalan bersama dan hanya dapat diselesaikan dengan aksi bersama,” ujar Dewi.

World Cleanup Day 2026, Wabup Kediri Ajak Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai Menurut dia, buruknya pengelolaan sampah dapat menimbulkan dampak luas. Selain mencemari tanah dan sungai, penumpukan sampah berpotensi menyumbat saluran air, memicu banjir, serta mengganggu kesehatan masyarakat.

Karena itu, Dewi berharap World Cleanup Day tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau kerja bakti sesaat, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“SLG ini adalah ikon Kabupaten Kediri. Kawasan ini bukan hanya ruang publik, tetapi juga wajah daerah kita. Kebersihannya menjadi cerminan kepedulian kita bersama,” katanya.

Dewi juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa tumbler dan kantong belanja sendiri.

“Jangan lagi menggunakan tas plastik sekali pakai. Ke mana-mana bisa membawa tumbler sendiri, kalau belanja juga membawa kantong belanja sendiri. Dengan begitu, kita bisa mengurangi penggunaan plastik agar tidak menjadi sampah,” tegasnya.

Upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Bupati Kediri Nomor 35 Tahun 2025 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai. Masyarakat juga didorong menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) serta memilah sampah dari rumah tangga untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

World Cleanup Day 2026, Wabup Kediri Ajak Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai
Pemkab Kediri turut mendorong keterlibatan generasi muda. Pelajar, anggota Pramuka, Karang Taruna, hingga komunitas kepemudaan diharapkan menjadi pelopor kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat tinggal.

Terlebih menjelang musim hujan, aksi bersih lingkungan dinilai penting untuk mengantisipasi banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah. Dewi berharap gerakan serupa dapat diperluas hingga tingkat desa, sekolah, permukiman, dan kawasan aliran sungai di seluruh Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Subekti mengungkapkan, sampah yang mendominasi kawasan SLG merupakan jenis anorganik, terutama kemasan makanan dan minuman.

Menurut Putut, tingginya volume sampah dipengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan SLG yang menjadi pusat keramaian, destinasi wisata, sekaligus pusat kegiatan ekonomi. Kondisi tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pengunjung dan pedagang.

Ia menambahkan, fasilitas tempat sampah sebenarnya telah tersedia secara memadai di berbagai titik kawasan dalam maupun luar SLG. Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi kedisiplinan pengunjung.

“Tempat sampah di SLG secara jumlah lebih dari cukup, hampir semua ruas sudah tersedia. Tinggal bagaimana masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mau meminimalisir penggunaan kantong plastik sekali pakai,” jelas Putut.

Setiap hari, petugas DLH melakukan penyapuan kawasan mulai pukul 05.00 WIB, dilanjutkan penanganan kebersihan pada siang dan sore hari. Meski demikian, keberhasilan menjaga kebersihan tetap bergantung pada tanggung jawab setiap pengunjung.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

“Para pelajar, anggota Saka Kalpataru dari Kwartir Cabang Pramuka, serta berbagai komunitas kepemudaan dilibatkan agar memiliki kepedulian dan budaya menjaga kebersihan sejak usia muda,” papar Putut.

Sampah yang terkumpul selanjutnya dipilah berdasarkan jenisnya. Material yang masih memiliki nilai guna dan dapat didaur ulang dimanfaatkan kembali, termasuk oleh pemulung. Sementara sampah yang tidak dapat diolah langsung diangkut ke TPA sesuai prosedur.

Melalui peringatan World Cleanup Day Indonesia 2026, Pemkab Kediri mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat. Sebab, menjaga kebersihan bukan hanya soal menyediakan tempat sampah, tetapi juga membangun kesadaran setiap individu untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Info/red

56 / 100 SEO Score