
Surabaya, pustakalewi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penataan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya mangkal atau berjualan di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya.
Bahkan, kini mereka sudah direlokasi ke satu tempat lahan kosong di sisi utara Masjid Al Akbar. Tempat itu pun kini diberi nama Pasar Rakyat Jambangan.
Demi meramaikan tempat tersebut, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan para pedagang dan berbagai elemen masyarakat di tempat tersebut menggelar jalan sehat dalam rangka Hari Pahlawan. Jalan sehat pun diberangkatkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sebab antusiasme masyarakat begitu tinggi, Eri menambahkan dua motor sebagai hadiah utama.
Eri menjelaskan, PKL yang selama ini berjualan di sekitar Masjid Al Akbar kini sudah dimasukkan ke dalam satu tempat yang diberi nama Pasar Rakyat Jambangan. Sebab, daerah itu masih masuk ke wilayah Jambangan.
”Nah, pasar ini memang kita peruntukkan untuk warga Kota Surabaya, sehingga nanti insya Allah kalau masyarakat keliling di Masjid Al Akbar dan ingin menikmati kuliner yang selama ini ada di sekitar masjid ini, maka bisa langsung ke tempat ini, ke Pasar Rakyat Jambangan, karena ini orang Surabaya semuanya yang jualan di sini,” kata Wali Kota Eri.
Dia memastikan di pasar rakyat tersebut juga ada tempat permainan anak-anaknya, ada kuliner makanan dan minumannya, serta berbagai produk UMKM Surabaya. Pemkot akan terus melakukan perbaikan di tempat tersebut.
”Saya berharap akhir bulan ini bisa lebih baik lagi dan bahkan sempurna Pasar Rakyat ini,” kata Eri.
Wali Kota Eri juga berharap apabila masih ada PKL bisa dimasukkan ke Pasar Rakyat Jambangan. Sebab, sejak awal dia sudah menyampaikan kepada jajaran pemkot untuk menata sebaik-baiknya para PKL itu.
”Kalau masih ada yang di luar, ayolah ditata dengan baik, jangan sampai mereka ini diusir-usir terus, kasihan juga, apalagi mereka ini juga warga Kota Surabaya. Jadi, kita akan tetap yang bagus untuk warga Kota Surabaya, sehingga pendapatan mereka juga diharapkan bisa terkerek naik, dan itu juga tanggung jawab pemerintah kota,” ujar Eri.
Dia menegaskan, tidak hanya di sekitar Masjid Al Akbar saja yang dilakukan penataan para PKL. Namun, di seluruh tempat di Kota Surabaya juga dilakukan penataan, dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat di sekitar tempat tersebut.
”Di lokasi lain juga kita tata, kita kerja samakan dengan pihak terkait di sekitar tempat tersebut, seperti di wilayah Ketintang, kita kerja sama dengan PT Telkom, sehingga terbentuklah Sentra Digital Kuliner Telkom Ketintang, di tempat lainnya juga kita tata, karena ini untuk menggerakkan perekonomian Surabaya,” tegas Eri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan, sampai saat ini sudah ada sekitar 348 pedagang yang menempati stan di Pasar Rakyat Jambangan. Jumlah ini tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah karena fasilitas di tempat tersebut sudah memadai.
”Sudah ada 348 pedagang atau PKL yang berjualan di Pasar Rakyat Jambangan ini. Sebelum mereka berjualan, kita sudah memperbaiki lahan ini, kita pasang paving dan kita lengkapi penerangannya. Tentu ini akan terus ada perbaikan-perbaikan, termasuk rombong yang sudah kurang layak, nanti kita bantu supaya lebih layak. Mudah-mudahan ini semakin mempermudah mereka dalam mencari rezeki,” ujar Eri. Info/red

Berita Lainnya
Lestarikan Kuliner Asli Surabaya, PDI Perjuangan Hadirkan Stan UMKM Semanggi di Jantung Kota
BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Melonjak hingga Rp 16.250 per Liter
BEI Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Perusahaan Tercatat