29 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

PPKM Dicabut, Pedagang Pasar di Surabaya Kembali Normal

9 / 100 SEO Score
WhatsApp Image 2023 01 10 at 10.41.11
Dirut PDPS Agus Priyo (dua dari kiri) bersama Wakil Ketua Komisi B Anas Karno (dua dari kanan) saat mengunjungi Pasar Kembang untuk memastikan harga pangan.

Surabaya, Pustakalewi.com – Pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat membawa dampak positif terhadap perdagangan di pasar tradisional di Surabaya. Total ada 67 pasar di bawah naungan PD Pasar Surya (PDPS).

Direktur Utama PDPS Kota Surabaya Agus Priyo mengatakan, berdasar pantauan PDPS, pendapatan para pedagang meningkat setelah ada pengumuman pencabutan PPKM. Pada momen perayaan tahun baru kemarin, misalnya. Di Pasar Ikan Pabean dipadati pembeli.

Di pasar ikan tersebut, saat tahun baru pembeli meningkat hingga 100 persen. Secara makro, Agus menyampaikan, peningkatan aktivitas pengunjung di pasar mencapai sekitar 25-35 persen.

”Tapi kalau (peningkatan) per pasar, khususnya seperti Pasar Pabean bisa sampai 100 persen. Karena PPKM dicabut, orang boleh mengadakan syukuran tahun baru berbondong-bondong ke pasar,” papar Agus Priyo.

Meski PPKM dicabut, Agus menilai, para pembeli tetap taat aturan pakai masker. Dia mengimbau kepada para pengurus pasar untuk terus menyampaikan aturan pakai masker kepada para pembeli.

Untuk mendongkrak iklim perdagangan di pasar tradisional, perusahaan pelat merah itu telah menjalin MoU atau kerja sama dengan sejumlah bank. Kerja sama itu berkaitan dengan penyediaan kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pedagang.

Agus menjelaskan, selama dua tahun situasi pandemi Covid-19 membuat cash flow pedagang banyak yang turun atau terganggu. Karena itu, PDPS menggandeng beberapa bank untuk MoU menyediakan KUR kepada para pedagang.

”Sebelumnya, kami juga menginisiasi program bebas denda retribusi,” papar Agus Priyo.

Bebas denda itu dimulai November hingga Desember 2022. Menurut Agus, program bebas denda tersebut direspons positif. Lebih kurang 20 persen dari 13-14 ribu pedagang tercatat menunggak retribusi bulanan. Sementara itu, 50 persen para penunggak memanfaatkan program bebas denda retribusi.

Saat ditanya, apakah tahun ini bakal mengeluarkan program bebas denda kembali? Agus belum bisa memastikan hal itu. Yang jelas, kata dia, PDPS bakal melihat situasi dan kondisi perekonomian terlebih dulu.

Terpisah, Yanti, salah seorang pedagang Pasar Krukah mengaku pada awal bulan pendapatannya terus membaik. Beberapa komoditas yang diburu seperti minyak hingga gula.

”Harga Minyak Kita lebih murah jadi banyak dicari dibandingkan yang curah,” ucap Yanti. Info/red

9 / 100 SEO Score