
Surabaya – Senin (19/5) siang, aktivis Yayasan Pondok Kasih (YPK) memberikan bantuan berupa 600 alas tidur. Bantuan ini diserahkan pada Sri Supatmi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Lingkungan Pondok Sosial (UPTD Liponsos) Keputih, Sukolilo, Surabaya. Kemudian, alas tidur berupa matras tersebut langsung diberikan pada seluruh penghuni Liponsos yang berjumlah 600 orang.
Ini merupakan cara tersendiri dari Yayasan Pondok Kasih (YPK) untuk memperingati satu abad Kebangkitan Nasional.
“Beragam kegiatan aksi sosial kami gelar. Sebelumnya, kami juga melakukan aksi sosial di Komunitas Surin Osowilangun dan Pondok Pesantren pimpinan Gus Sholeh pada Minggu (18/05),” kata Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua YPK.
Tak hanya membagikan alas tidur, tapi di tempat penampungan ‘orang-orang terbuang’ ini, para aktivis YPK juga melakukan serangkaian kegiatan sosial lainnya, diantaranya, pembagian makan sehat gratis berupa jeruk, susu dan roti. Juga, pakaian wanita serta alat musik.
Uniknya, diantara para aktifis YPK, terdapat sejumlah bule dari lima negara, Australia, Amerika, Hawaii, Singapura, dan Jepang. Mereka adalah para donatur yang menyalurkan bantuan untuk YPK.
Bahkan, Matt Foster, Bill, dr. Sharon Ayabee, dr. Bob, Lisa, Wendy, dan Mamoc tak segan- segan langsung terjun untuk memberikan bantuan-bantuan tersebut. Mereka juga tak menghiraukan bau tidak sedap di kamp penampungan penghuni Liponsos yang notebene orang gila, tunawisma, gelandangan, anak jalanan, pengamen dan juga Pekerja Seks Komersial yang kena ‘garuk’ Satpol PP atau pihak kepolisian.
“Kami ingin berbagi kasih dan kebahagiaan pada mereka yang dianggap ‘sampah masyarakat’ ini. Karena bagaimanapun juga, mereka juga manusia ciptaan Tuhan, yang perlu dikasihi, diperhatikan dan dibantu,” kata Daniel Lukas Rorong, Humas Yayasan Pondok Kasih.
(Rorong)

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya
Dari Atas Aspal ke Dunia Digital, Mahasiswa MM FEB UNAIR Hadirkan Program DANDAN untuk Driver Ojol Perempuan Surabaya