
Surabaya – Program internasional tahunan ini diinisiasi oleh Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sejak 2014, dan tahun ini diselenggarakan oleh Petra Christian University (PCU) dan Universitas Ciputra, bekerja sama dengan UNPAR dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University.
“Para peserta belajar langsung tentang prinsip desain kinetik dan cara mengintegrasikannya ke dalam struktur bambu,” jelas Esti Asih Nurdiah, Ph.D., dosen Arsitektur PCU sekaligus penanggung jawab acara.
Puncak kegiatan berlangsung pada 7 Agustus, saat 28 mahasiswa merakit Kinetic Bamboo Structure di Kampus PCU. Struktur berbentuk cangkang silindris itu dirancang menggunakan mekanisme SLE (Scissor-Like Element) yang memungkinkan bangunan bisa dibuka dan ditutup. Bangunan ini memiliki bentang 4,3 meter dan panjang hingga 10 meter.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi riset antar kampus dalam bidang sistem mekanika, desain komputasi, sambungan, dan teknologi AR (Augmented Reality). “AR digunakan untuk membantu proses fabrikasi bambu sebagai cetakan digital yang memandu pembuatan bentuk geometris kompleks,” tambah Esti.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapat pengalaman eksperimental dalam merancang struktur bambu adaptif dan estetis, sekaligus menjembatani kerajinan tradisional dengan pendekatan arsitektur modern. info/red

Berita Lainnya
Cerdas Pilih Makanan Olahan: Prodi Teknologi Pangan UK Petra Edukasi Masyarakat Lewat Petra Food Quest 2026
Gelaran Petranesian Business & Education Fair 2026 UK Petra Berhasil Raih Rekor MURI
UK Petra Surabaya Gelar Petranesian Business and Education Fair 2026