7 November 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dari Terminal Purabaya, Belajar tentang Arti Pelayanan dan Komunikasi

47 / 100 SEO Score

magang terminal purabaya 3
Surabaya, Pustakalewi News – Terminal merupakan salah satu fasilitas transportasi publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Setiap hari, berbagai aktivitas berlangsung di dalamnya, mulai dari kedatangan dan keberangkatan bus, aktivitas penumpang, hingga pelayanan informasi yang diberikan oleh petugas. Di tengah berbagai kesibukan tersebut, terminal tidak hanya dituntut untuk menyediakan fasilitas transportasi yang memadai, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan dan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Pengalaman tersebut saya rasakan secara langsung selama menjalani kegiatan magang selama 40 hari di Terminal Tipe A Purabaya, Jawa Timur. Saya, Boby Putra Dewa, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat aktivitas pelayanan publik di lingkungan terminal. Selama kegiatan magang, saya terlibat dalam aktivitas di bagian pelayanan serta Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi (Humas/IT). Pengalaman ini memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai pentingnya komunikasi dalam mendukung pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya selama berada di bagian pelayanan adalah banyaknya penumpang yang membutuhkan informasi mengenai perjalanan mereka. Ada penumpang yang menanyakan lokasi keberangkatan bus, arah menuju fasilitas tertentu, hingga informasi rute perjalanan, seperti tujuan Malang. Bagi sebagian orang, mencari informasi tersebut mungkin bukan hal yang sulit. Namun, bagi penumpang yang baru pertama kali datang atau belum mengenal kondisi terminal, petunjuk yang jelas sangat dibutuhkan.

Dari hal itu, saya melihat bahwa pelayanan publik bukan hanya tentang menjawab pertanyaan, melainkan juga tentang bagaimana informasi disampaikan agar benar-benar dapat dipahami oleh masyarakat. Sikap ramah, kesabaran, dan kemampuan memberikan arahan secara tepat merupakan bagian dari komunikasi pelayanan yang perlu diperhatikan. Terkadang, sesuatu yang terlihat sederhana bagi petugas justru memiliki arti penting bagi penumpang yang sedang membutuhkan bantuan.

Pelayanan yang baik juga tidak hanya ditujukan kepada penumpang yang membutuhkan informasi perjalanan. Ada kondisi ketika sebagian masyarakat memerlukan perhatian dan bantuan lebih. Selama menjalani kegiatan magang, saya juga berkesempatan membantu penumpang yang sedang sakit maupun mereka yang mengalami keterbatasan dalam bergerak untuk melewati jalur khusus melalui pintu masuk tertentu agar lebih mudah memasuki area terminal.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pelayanan publik perlu mengutamakan kepedulian terhadap kondisi setiap individu. Tidak semua penumpang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang sama. Karena itu, pelayanan yang baik seharusnya mampu memberikan kemudahan bagi siapa pun, termasuk penumpang lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun orang yang sedang mengalami kesulitan fisik. Bagi saya, kualitas pelayanan tidak hanya terlihat dari kecepatan petugas dalam bekerja, tetapi juga dari kesediaan mereka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain mendapatkan pengalaman di bagian pelayanan, saya juga berkesempatan mengenal aktivitas di bagian Humas/IT. Pada bagian ini, saya terlibat dalam proses penyuntingan video dan melihat bagaimana dokumentasi kegiatan di lingkungan terminal diolah menjadi sebuah konten informasi. Pengalaman tersebut membuka pandangan saya bahwa komunikasi dalam sebuah instansi tidak hanya berlangsung melalui interaksi langsung, tetapi juga melalui media digital.

Saat ini, media sosial telah menjadi salah satu sarana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Informasi dapat diperoleh dengan lebih mudah melalui berbagai platform digital tanpa harus datang langsung ke lokasi. Dalam konteks pelayanan terminal, media sosial memiliki peluang untuk membantu menyampaikan informasi mengenai aktivitas, fasilitas, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan kepada penumpang.

Namun, penggunaan media sosial oleh instansi publik tentu tidak cukup hanya dengan mengunggah dokumentasi kegiatan. Informasi yang disampaikan perlu memiliki tujuan yang jelas, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat. Konten yang menarik juga perlu didukung oleh informasi yang tepat agar tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi orang yang membacanya.

Menurut saya, hal ini menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan dalam pengembangan komunikasi publik di Terminal Tipe A Purabaya. Media sosial sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk memperlihatkan aktivitas instansi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang membantu masyarakat memperoleh informasi. Dengan penyampaian yang konsisten dan mudah dipahami, media sosial dapat mendukung hubungan yang lebih dekat antara pengelola terminal dan pengguna layanan.

Pengalaman magang tersebut juga memberikan gambaran mengenai pentingnya koordinasi dalam lingkungan kerja. Salah satu kegiatan yang saya amati adalah apel rutin pada pagi hari sekitar pukul 07.00 dan malam hari sekitar pukul 20.00. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kesiapan petugas dan koordinasi antarbagian merupakan hal yang penting dalam mendukung kelancaran aktivitas terminal. Setiap bagian memiliki tanggung jawab masing-masing, tetapi semuanya saling berkaitan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pengalaman selama 40 hari tersebut, saya memahami bahwa komunikasi pelayanan publik dan media sosial memiliki peran yang saling melengkapi. Pelayanan secara langsung membantu masyarakat memperoleh informasi dan solusi ketika berada di terminal, sedangkan media sosial dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan penyampaian informasi. Keduanya perlu berjalan beriringan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan ketika berada di terminal, tetapi juga dapat mengakses informasi sebelum melakukan perjalanan.

Masa yang akan datang, peningkatan kualitas Terminal Tipe A Purabaya perlu terus memperhatikan aspek komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas yang memadai memang penting, tetapi keberadaannya perlu didukung oleh petugas yang komunikatif, informasi yang mudah diakses, serta pelayanan yang memperhatikan kebutuhan berbagai kalangan. Hal-hal tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi publik yang lebih nyaman dan memberikan kepastian informasi bagi penumpang.

Pada akhirnya, pengalaman magang di Terminal Tipe A Purabaya mengajarkan saya bahwa pelayanan publik tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Memberikan petunjuk arah, menjawab pertanyaan dengan ramah, membantu penumpang yang membutuhkan akses khusus, hingga menyampaikan informasi melalui media sosial merupakan bagian dari bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Terminal bukan hanya tempat bus datang dan berangkat. Di dalamnya terdapat interaksi, komunikasi, dan tanggung jawab untuk membantu setiap orang melanjutkan perjalanannya. Sebab, perjalanan yang nyaman bukan hanya ditentukan oleh kendaraan yang digunakan, tetapi juga oleh informasi dan pelayanan yang diterima penumpang sejak pertama kali tiba di terminal.

Penulis: Boby Putra Dewa (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

47 / 100 SEO Score