
Sidoarjo, Pustakalewi News – Di tengah aktivitas masyarakat yang terus bergerak, terminal bukan sekadar tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal juga menjadi ruang pelayanan publik yang membutuhkan informasi jelas, komunikasi yang baik, serta penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh masyarakat. Salah satu bagian yang memiliki peran dalam mendukung kebutuhan tersebut adalah hubungan masyarakat (humas).
Terminal Tipe A Purabaya yang berada di bawah pengelolaan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur merupakan salah satu simpul transportasi darat yang melayani mobilitas masyarakat. Berbagai aktivitas berlangsung setiap hari, mulai dari keberangkatan dan kedatangan bus hingga pelayanan kepada pengguna jasa. Kondisi tersebut menjadikan informasi sebagai kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas terminal.
Di balik penyampaian informasi kepada masyarakat, terdapat pekerjaan Humas yang tidak selalu terlihat secara langsung. Kegiatan seperti dokumentasi foto dan video, pembuatan konten publikasi, hingga pengelolaan media sosial menjadi bagian dari proses komunikasi yang membantu masyarakat mengenal berbagai aktivitas dan informasi dari instansi.
Hal tersebut menjadi pengalaman yang dirasakan oleh Mochammad Rizky Eka Putra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, selama menjalani kegiatan magang di bagian Humas BPTD Terminal Tipe A Purabaya pada 4 Agustus hingga 29 September 2026.
Selama kurang lebih delapan minggu, Rizky terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komunikasi dan publikasi. Salah satunya adalah melakukan dokumentasi foto dan video terhadap aktivitas di lingkungan terminal. Dokumentasi tersebut tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk menyampaikan informasi melalui media publikasi.
Menurut pengalaman selama magang, proses dokumentasi membutuhkan ketelitian dalam menentukan objek, mengambil gambar, serta memilih momen yang tepat. Sebuah foto atau video bukan hanya sekadar gambar, melainkan dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Selain dokumentasi, pembuatan konten publikasi juga menjadi bagian dari aktivitas yang dilakukan. Materi visual yang telah dikumpulkan perlu diolah dan disesuaikan dengan informasi yang ingin disampaikan. Penggunaan bahasa yang sederhana dan penyajian visual yang menarik menjadi hal penting agar pesan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Perkembangan media sosial turut memberikan perubahan dalam cara instansi menyampaikan informasi. Jika sebelumnya informasi lebih banyak diterima melalui komunikasi secara langsung, kini media digital dapat menjadi salah satu sarana untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui foto, video, dan konten publikasi, informasi mengenai kegiatan instansi dapat disampaikan dengan cara yang lebih praktis.
Dalam kegiatan magang tersebut, Rizky juga mendapatkan pengalaman membantu pengelolaan media sosial dan pekerjaan administrasi di bagian Humas. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa pekerjaan kehumasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara atau menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan keterampilan mengolah pesan, mengelola dokumentasi, serta bekerja sama dengan tim.
Salah satu pengalaman yang berkesan selama magang adalah keterlibatannya dalam kegiatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Dalam kegiatan tersebut, Rizky bersama tim membuat konten yang mengangkat tema transportasi dan konektivitas antarmoda. Tema tersebut menggambarkan pentingnya keterhubungan antara satu jenis transportasi dengan moda transportasi lainnya untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Proses pembuatan konten tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena membutuhkan kreativitas, koordinasi, dan kerja sama tim. Hasilnya, tim berhasil meraih juara keempat dalam perlombaan Harhubnas. Pencapaian ini menjadi salah satu pengalaman yang memberikan kesan positif selama menjalani kegiatan magang.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan diterapkan dalam lingkungan kerja. Kemampuan komunikasi visual, penyusunan pesan, publikasi, dan pemanfaatan media digital menjadi keterampilan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan sehari-hari di bagian Humas.
Pada akhirnya, peran Humas dalam lingkungan pelayanan publik tidak hanya sebatas mendokumentasikan kegiatan atau mengunggah konten ke media sosial. Lebih dari itu, Humas turut mendukung proses pengelolaan informasi agar pesan dari instansi dapat disampaikan kepada masyarakat melalui media yang sesuai.
Pengalaman magang di Terminal Tipe A Purabaya menunjukkan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan publik. Informasi yang dikelola dan disampaikan dengan baik dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai kegiatan serta layanan yang tersedia. Di tengah perkembangan teknologi digital, kemampuan Humas dalam mengemas dan menyebarkan informasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun komunikasi antara instansi dan masyarakat.
Penulis: Mochammad Rizky Eka Putra
(Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Berita Lainnya
Asah Kreativitas dan Kompetensi Public Relations, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jalani Magang di Terminal Purabaya
Sri Untari Usulkan Perluasan Program PJJ, Ada 44 Ribu Anak Tidak Sekolah di Jawa Timur
Dari Editing Video hingga Pengelolaan Media Sosial, Mahasiswa Untag Surabaya Belajar Strategi Humas di LKP Kahaf Brothers