
Surabaya, Pustakalewi.Net – Dua puluh sembilan perusahaan yang menjadi korban luapan PT. Lapindo Brantas, direlokasi di tiga wilayah kabupaten di Jawa Timur. Saat ini proses relokasi tersebut tengah berjalan yang dimoderatori oleh Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur. Demikian keterangan yang diberikan Handowo, Kepala BPM Jawa Timur yang juga Sekretaris Dewan Konseling Investasi di Jawa Timur.
Di sela Seminar “Review Perijinan Investasi Guna Peningkatan Investasi di Jawa Timur” yang berlangsung di Hotel Sheraton Surabaya, siang tadi. Handowo mengatakan, jika saat ini proses relokasi secara bertahap sudah berjalan dengan proses pengurusan persyaratan maupun perijinan investasi dari perusahaan tersebut. Handowo berharap, proses perijinan perusahaan itu dapat dipermudah, mengingat kondisi mereka yang force mayor.
Sementara itu untuk memperlancar distribusi barang ke beberapa daerah, seperti Bangil dan Pasuruan yang selama ini terhambat karena kasus lumpur Lapindo. Handowo memastikan, pihaknya telah bekerja sama dengan PT. KAI agar menyediakan 200 kontainer setiap hari guna memperlancar proses distribusi itu. ” Selain itu untuk jangka panjang, BPM akan menggunakan pelabuhan Probolinggo sebagai tempat distribusi barang. Tidak seperti selama ini yang hanya mengandalkan pelabuhan Tanjung Perak saja,” ujar Handowo.
Handowo menambahkan, akibat luapan lumpur Lapindo, pihak BPM akan mengalihkan industri di Jawa Timur, dari kawasan timur menjadi kawasan barat. ” Untuk tahun 2007, kami sudah menyiapkan 17 wilayah di Jawa Timur, guna pengembangan industri,” tegasnya.
Saat ini, menurut Handowo, untuk proses relokasi 29 perusahaan yang menjadi korban lumpur telah disiapkan tiga wilayah kabupaten/kota, yaitu kabupaten/kota Lamongan, Gresik dan Mojokerto.
(vie)

Berita Lainnya
Driver Ojol Kini Bisa Beli Rumah Subsidi Tanpa DP
ETF Emas Akan Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia
Mahasiswa Doktoral IPB Diskusi Pangan dan Manajemen di Bogasari