5 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pdm. Hisar Siringo Ringo, M.Th. : Melawan Kanker dengan Iman

4 / 100 SEO Score
image 8

Banyak cara Tuhan untuk menunjukkan kasihNya, maupun menguji iman kita. Salah satunya yang dialami oleh Pdm. Hisar Raja Parlindungan Siringo Ringo, M.Th. Ia tidak menyangka ada kanker ganas jenis limpoma bersarang ditubuhnya, tepat ketika ia memutuskan untuk menjadi pelayan full timer (sepenuh waktu) di GBI Blessing Center, Surabaya. Hingga suatu hari secara tidak sengaja dipijat oleh adik rohaninya.

Divonis Kanker
Saat badannya kelelahan sepulang dari pelayanan di LP Nusakambangan, Pdm. Hisar minta tolong ke adik rohaninya, Hery Siahaan, untuk memijat kakinya. Tiba-tiba kaki Pdm. Hisar bukan semakin sembuh, tetapi justru semakin sakit. Apalagi jika dipakai untuk berjalan, sakitnya bukan kepalang.

Mau tidak mau ia akhirnya berobat ke dokter internis di Surabaya. Setelah dilakukan foto roentgen & CT Scan, dokter kemudian memvonis adanya tumor di salah satu anggota tubuhnya yang (maaf) vital. Agar lebih yakin, ia juga mencari second opinion dari dokter spesialis lain. Ternyata, vonisnya tetap sama. Bahkan hingga akhirnya ia berobat ke Malaysia, disana lebih parah lagi karena divonis sebagai kanker ganas dan harus segera diangkat.

Banyak kenalan dan saudara yang langsung menawarkan kepadanya untuk mencoba pengobatan alternatif, baik sin she, jamu-jamuan, daun-daunan, tusuk jarum hingga minyak urapan, dan lain-lain.

Ayahnya, M. Siringo Ringo, SH, mantan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, menawarkan untuk berobat ke Singapura atau ke negara lain yang sudah sangat maju. Namun, dijawab olehnya, “Meskipun saya berobat ke Amerika sekalipun, tetapi jika Tuhan tidak mengijinkan kesembuhanku, semua itu sia-sia”. Menurutnya, mengandalkan Tuhan jauh lebih penting daripada apa yang disarankan orang-orang dikasihinya tersebut. Yang paling utama baginya, adalah datang kepada Tuhan.

Lebih Andalkan Tuhan

Pdm. Hisar mencoba memberikan kesaksian yang didapat melalui ayat Markus 5:25-34. Yaitu tentang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan. Wanita ini begitu lama menderita pendarahan dan lebih mengandalkan tabib daripada Tuhan (Mrk 5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk). Mungkin hartanya pun telah habis untuk mebiayai pengobatannya. Lebih menderitanya lagi, pada jaman itu, wanita yang pendarahan tidak diperbolehkan masuk ke dalam Bait Allah karena dianggap najis.

Perempuan pendarahan itu selama 12 tahun menghabiskan waktu dan tenaganya untuk berobat. Untunglah ia akhirnya sembuh setelah dengan iman menjamah jubah Yesus (Mrk 5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”)

Bukan hanya itu, ada juga yang menyarankan pergi ke pendeta ini atau pendeta itu, yang sudah terkenal punya karunia menyembuhkan orang sakit. Namun, bukannya tidak percaya pada pendeta-pendeta tersebut, ia tetap ingin minta kesembuhan langsung dari Tuhan Yesus saja.

“Sebenarnya setiap saat saya sudah siap dipanggil Tuhan, jika sekiranya Tuhan memang ingin memanggil saya. Tapi saya pasrah saja pada kehendakNya,” jelas pendeta muda kelahiran Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara ini.

Tuhan akhirnya bukakan jalan untuk kesembuhannya. Melalui beberapa rekan ayahnya di Medan, Pdm. Hisar seturut dengan imannya, mengambil keputusan untuk berobat ke Malaysia. Diiringi doa dari gembalanya, Pdt. Rantosari Siahaan, M.Div, D.Th-c, jemaat, juga keluarga serta rekan terdekatnya. Iapun berangkat pada bulan Oktober 2005 untuk dioperasi pengangkatan kanker ganas tersebut. Hingga dilakukan chemo therapy sebanyak 6 kali. Tuhan tidak hanya menyiapkan dokter & suster yang baik, tetapi juga biaya operasi, rumah sakit dan dana lain yang dibutuhkan. Puji Tuhan, setelah itu kesembuhan demi kesembuhan telah ia terima. Hingga hari ini, ayah tiga anak Gracia Moselle Siringo Ringo (7), Gabriela Irma Siringo Ringo (6) dan Theresia Nicyta Siringo Ringo (2), merasa sakit penyakitnya sudah tidak ada lagi, berganti dengan sukacita. Baginya, yang paling penting, datang dulu kepada Tuhan, nanti Tuhan yang akan bukakan jalan.

Sesuai dengan imannya, Mrk. 5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

Pada 20 Januari 2007 lalu, ia baru saja pulang dari Malaysia untuk check up rutin dan hasilnya, Puji Tuhan, sangat menggembirakan, karena ia telah bebas dari segala penyakit.

Mendoakan Orang Sakit

Pdm. Hisar yakin bahwa ada maksud Tuhan di balik penyakitnya ini. Suami dari Vica Natalia Siahaan, SH, ini, sebelumnya sudah sering mendoakan orang sakit kanker. Ia yakin, Tuhan ingin ia juga bisa merasakan bagaimana penderitaan orang yang selama ini ia doakan. “Misalnya, ada soto enak di Lamongan. Bagaimana saya bisa promosi kalau soto itu enak kalau saya sendiri belum pernah makan,” katanya memberi contoh. “Maksudnya, kalau saya pernah merasakan sakit dan mendapatkan kesembuhan dari Tuhan, maka saya bisa memberikan semangat hidup, menghibur dan menguatkan juga kepada orang lain yang sakit,” tambahnya menutup pembicaraan.

*(Ted/kiriman keluarga untuk jadi penguatan bagi yang sedang bergumul,pernah dipublikasikan di tabloid Gloria)





4 / 100 SEO Score