18 July 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pekan Budaya Majapahit Tahun 2023 Kembali Digelar di Kota Mojokerto

Surabaya – Pekan Budaya Majapahit berlangsung hingga 16 November 2023 mendatang. Sebanyak lebih kurang 400 orang yang terbagi menjadi 20 regu dari kelompok pelajar dan komunitas sanggar seni di Mojokerto Raya mengikuti kirab budaya yang menjadi pembuka dalam Pekan Budaya Majapahit 2023.

Dalam waktu sepekan ini, warga akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seperti ludruk, teatrikal panji, wayang dan bantengan.

Selain itu juga ada festival nasi bakar dan festival canting, pasar malam dengan berbagai stand kuliner dan kerajinan tangan.

Dalam event ini, warga juga bisa turut berpartisipasi dalam aneka lomba, di antaranya kothekan, tari dolanan anak, tari tradisional dengan tema spirit of majapahit, dan tari garapan.

Ratusan peserta kirab seni budaya Majapahit diberangkatkan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan disambut di Alun-alun Wiraraja yang menjadi garis finis kirab oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan terima kasih, karena Kota Mojokerto dijadikan sebagai lokasi diselenggarakannya Pekan Budaya Majapahit Tahun 2023 dalam rangka hari jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur.

Bertepatan pula dengan Hari Pahlawan, sehingga semangat nasionalisme kepahlawanan akan semakin menguat di Kota Mojokerto bumi majapahit, tutur Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan Kota Mojokerto memiliki berbagai potensi sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif.

Untuk itu, Pemkot Mojokerto senantiasa mendorong berbagai event-event budaya bisa terus dilaksanakan dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dia berharap pertama kalinya pekan budaya Majapahit di Kota Mojokerto, semoga selanjutnya dan seterusnya event Pekan Budaya Mojopahit akan menjadi event tahunan yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan pemerintah Kota Mojokerto, karena sangat membantu perputaran ekonomi masyarakat di level bawah.

Dalam kesempatan ini, Ning Ita menuturkan Kota Mojokerto telah menjadi kota harmonis. Seluruh pemeluk agama dari enam umat beragama, seluruh seniman, budayawan bersinergi bersama-sama untuk membangun kota terkecil ketiga di Indonesia ini. info/red