
Surabaya – Melejitnya popularitas olahraga padel di Surabaya tak hanya menciptakan tren gaya hidup baru, tetapi juga membuka potensi besar bagi sektor sport tourism dan investasi fasilitas olahraga modern. Dalam kurun satu tahun terakhir, puluhan komunitas padel dan belasan lapangan bermunculan, menjadikan Surabaya sebagai salah satu pusat pertumbuhan padel tercepat di Indonesia.
Perkembangan ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha properti, pelaku industri pariwisata, hingga komunitas olahraga rekreasi. Tren ini dinilai selaras dengan gaya hidup urban yang aktif dan semakin sadar akan pentingnya kesehatan fisik dan interaksi sosial.
“Padel punya daya tarik ganda. Di satu sisi sebagai olahraga, di sisi lain sebagai daya tarik wisata dan gaya hidup. Surabaya punya peluang untuk menjadikan padel sebagai aset sport tourism yang strategis,” ujar Joy Zhan, Ketua Persatuan Padel Indonesia (PBPI) Surabaya, Rabu (14/8).
Joy menambahkan, selain membuka akses olahraga baru, fasilitas padel kini dilengkapi dengan layanan yang mendukung gaya hidup modern, seperti kafe, area lounge, hingga pusat pelatihan. Hal ini membuat lapangan padel bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga ruang sosial yang mengundang partisipasi komunitas lokal maupun wisatawan domestik.
Salah satu fasilitas yang mencerminkan konsep ini adalah Jungle Padel Surabaya. Tak hanya menyajikan lapangan berstandar internasional, Jungle Padel juga rutin menggelar kelas pelatihan, turnamen komunitas, hingga sesi latihan untuk calon atlet. Hal serupa diterapkan di lokasi lain seperti Homeground Padel Premiere TGK, Graha Padel Club, dan Uno Padel Surabaya yang mengusung konsep sport & leisure.
“Kami melihat lonjakan minat ini sebagai peluang pengembangan destinasi olahraga sekaligus peluang usaha. Banyak UMKM ikut terdorong, mulai dari food & beverage, apparel olahraga, hingga penyewaan alat,” ujar Joy.
Tak hanya itu, PBPI Surabaya juga tengah mendorong agar padel dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi di Jawa Timur, dengan target tampil di ajang Porprov mendatang. Delapan atlet dari berbagai kategori usia telah disiapkan untuk mewakili Surabaya dalam ajang regional tersebut.
Dengan lebih dari 50 komunitas aktif dan pertumbuhan lapangan yang terus berlanjut, padel diperkirakan akan menjadi salah satu motor penggerak baru di sektor pariwisata olahraga Surabaya. Pemerintah kota pun mulai mengkaji integrasi fasilitas padel dalam strategi pengembangan kawasan terbuka dan pusat aktivitas masyarakat. info/red

Berita Lainnya
RS Mahkota dan Regency Gelar Baksos Ramadan di Grand Heaven Surabaya
Kokoon Hotel Banyuwangi dan Polsek Kabat Bersama Gelar Takjil On The Road, Berbagi Kebahagiaan di Bulan Puasa
Perkumpulan Wanita Tionghoa Surabaya Kembali Gelar Aksi Sosial Bagikan Takjil