4 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Optimistis karena Mobilitas Kembali Normal

9 / 100 SEO Score
HOTEL PIXABAY2
Ilustrasi

Pustakalewi.com – Tahun ini pengusaha relatif lebih optimistis melihat tren pariwisata. Utamanya karena ”nyawa” pariwisata, yakni mobilitas masyarakat, yang lebih leluasa jika dibandingkan dengan dua tahun terakhir.

Itu menjadi salah satu faktor yang membuka peluang sektor perhotelan dan restoran untuk bisa meningkatkan kinerja.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut baik pencabutan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia oleh Presiden Jokowi sejak akhir Desember 2022. Dengan dicabutnya PPKM, kita bicara kegiatan yang normal lagi. Kita sudah mulai bergerak leluasa untuk menarik market.

Kondisi okupansi perhotelan saat ini masih belum seperti saat sebelum pandemi. Namun, momentum libur tahun baru dan Imlek lalu sedikit banyak telah mendorong peningkatan pengunjung hotel di awal tahun. Kondisi industri perhotelan sepanjang 2020–2021 cukup terpuruk. Dengan dicabutnya PPKM, kami pada 2023 ini akan mulai berekspansi.

Ditambah lagi, tahun ini sudah memasuki persiapan tahun politik. Kami bisa mengekspektasikan ada efek positif pada perhotelan dan restoran. Kami selalu siap dengan berbagai tema momen. Jadi, misalnya, ketika banyak aktivitas partai untuk meeting atau keperluan menginap di hotel saat kunjungan, kami sudah siap.

Selain faktor di internal, faktor eksternal juga cukup mendukung. Misalnya, Tiongkok baru saja membuka border penerbangan internasional. Itu bisa menjadi peluang buat kita karena wisatawan Tiongkok yang masuk ke Indonesia jumlahnya cukup signifikan. Bali dan Manado menjadi contoh destinasi favorit yang mereka gemari.

Tentu dampaknya tidak instan. Perlu evaluasi bulanan. Dibuka bulan ini pun, belum langsung akan terasa dampaknya pada bulan depan. Di sisi lain, pengusaha akan mengantisipasi potensi peningkatan demand tersebut.

Adanya destinasi pariwisata superprioritas (DPSP) di luar Jawa-Bali seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, dan Likupang perlu lebih didorong promosinya oleh pemerintah. Sejauh ini destinasi-destinasi tersebut belum cukup signifikan menarik kunjungan wisatawan mancanegara seperti di Bali.

Tahun 2023 bukan berarti tanpa tantangan. Ke depan, ancaman krisis global juga menjadi tantangan bagi industri hotel dan restoran. Sebab, dampaknya akan memengaruhi harga dan daya beli masyarakat. Itu yang harus dijaga. Sebab, di sektor akomodasi dan restoran, sebenarnya penyokong terbesar adalah domestic traveler.

PHRI berharap tahun ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong pergerakan wisatawan domestik. Agar kegiatan di sektor pariwisata tetap tumbuh meski terdapat tantangan eksternal. Harapan itu dapat diwujudkan melalui adanya program-program untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak selama pandemi. Juga melalui regulasi atau kebijakan yang kondusif. Info/red

Oleh MAULANA YUSRAN, Sekretaris Jenderal PHRI.

9 / 100 SEO Score