
Yogyakarta – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut muncul klaster baru dari tempat ibadah di Kapanewon Jetis. “Ada klaster tanda petik peribadatan. (Klaster) paduan suara gereja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja saat ditemui wartawan di Kantor Pemkab Bantul Jumat (7/6/2021).
Agus menjelaskan, klaster paduan suara gereja ini diketahui pada hari Jumat (4/6/2021) lalu. Meski tak merinci, Budi menyebut awal dari kasus ini karena melakukan rekaman. Ternyata saat rekaman ada satu jemaat positif Covid-19.
“Yang sudah masuk datanya ada 18 orang yang positif. Jadi itu klaster paduan suara, tapi intinya rekaman sih,” kata Agus.
Menurut dia, kondisi pasien sebagian besar tidak mengalami gejala. “Detailnya belum tahu, tapi kalau kondisi sehat dan rumahnya memungkinkan untuk isolasi mandiri kan bisa isolasi mandiri. Kalau tidak kan ada shelter desa dan kalau ada gejala ringan bisa shelter Kabupaten,” kata Agus.
Agus menuturkan, para jemaat saat dilakukan tracing sangat kooperatif sehingga memudahkan dinas kesehatan melakukan tracing.
“Alhamdulillah mereka baik, artinya sebagian ada inisiatif iya melaporkan. Ada inisiatif rapid antigen sendiri, ada swab sendiri, ada yang selanjutnya melaporkan, kemudian tracing lanjut swab kesadaran cukup bagus,” ucap Agus.info/red

Berita Lainnya
Pedagogi Ekologis dan Etika Kemanusiaan, Refleksi Kritis Airlangga Pribadi Kusman dalam Seminar Nasional AIPI-UKWMS
Mengenal Lebih Dekat Yayasan Panti Asuhan Sejahtera (YPAS) House of Hope
Klarifikasi BPJS Kesehatan Terkait Viral Selisih Iuran Rp44 Triliun di Media Sosial