
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok R-24 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi yang disebut Lahsamor (Alat Pengolah Sampah Organik) di MI Daroyissalam, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta keterampilan dalam mengelola sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya volume sampah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Sebagian besar sampah organik masih berakhir di Tempat Penampungan Sementara (TPS), sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengurangi kualitas kebersihan lingkungan sekitar. Melalui penerapan teknologi Lahsamor, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Tim KKN menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui produksi pupuk kompos.
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan penggunaan alat Lahsamor. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari pemilahan bahan, pengisian komposter, proses pengadukan, hingga perawatan alat selama proses pengomposan berlangsung. Teknologi Lahsamor dirancang sebagai komposter sederhana yang mudah dioperasikan sehingga sesuai digunakan di lingkungan sekolah maupun rumah tangga.
Antusiasme ibu kepala sekolah beserta bapak dan ibu guru MI Daroyissalam terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai cara menghasilkan kompos yang berkualitas. Sesi praktik juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap lingkungan sekolah dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah organik berbasis teknologi tepat guna. Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS, pemanfaatan kompos diharapkan dapat digunakan untuk tanaman sekolah, penghijauan lingkungan, maupun media pembelajaran bagi peserta didik mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Program ini juga menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghubungkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat secara langsung. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Desa Kertosono.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan evaluasi sehingga teknologi LAHSAMOR tidak hanya dimanfaatkan selama pelaksanaan program KKN, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis M. Iqbal Bustomi

Berita Lainnya
Peningkatan Kreativitas Guru TK di Desa Sidokumpul melalui Pelatihan Sensory Learning
Membangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini Melalui Inovasi Pengolahan Sampah Organik
Sore di Pematang Sawah: Layang-layang, Tawa, dan Semangat KKN Untag Surabaya