14 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

KPPU Telusuri Rantai Pasok Kedelai di Terminal Teluk Lamong

55 / 100 SEO Score

kppu

Surabaya – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri rantai pasok komoditas kedelai dan bahan baku pakan melalui Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara langsung alur logistik komoditas yang berpotensi memengaruhi biaya produksi dan harga pangan di pasar.

Penelusuran tersebut dilakukan di tengah perhatian KPPU terhadap dinamika harga daging dan telur ayam dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah biaya pakan, termasuk harga bahan baku seperti bungkil kedelai atau soybean meal.

Bahan baku tersebut merupakan salah satu komponen penting dalam industri pakan ternak. Karena itu, perubahan harga dan efisiensi distribusinya dapat berdampak pada biaya produksi peternakan dan berujung pada harga telur maupun daging ayam yang diterima konsumen.

Untuk memahami rantai pasok secara lebih menyeluruh, KPPU melihat langsung proses masuknya komoditas curah melalui fasilitas Terminal Teluk Lamong. Peninjauan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari bongkar muat di pelabuhan hingga penyimpanan dan distribusi komoditas.

Pemantauan lapangan dilakukan Wakil Ketua KPPU Hilman Pujana bersama Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU, tim KPPU, serta jajaran Kantor Wilayah IV KPPU.

Kedatangan tim KPPU diterima Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Farid Padang bersama jajaran pimpinan Terminal Teluk Lamong.

Dalam pertemuan tersebut, Pelindo memaparkan proses bisnis dan mekanisme logistik berbagai komoditas curah yang melalui TTL. Beberapa di antaranya adalah kedelai, gandum, dan jagung.

KPPU juga meminta sejumlah data dan dokumen kepada Pelindo terkait pengelolaan terminal. Informasi tersebut diperlukan untuk membantu KPPU memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai struktur, mekanisme, serta pelaku yang terlibat dalam rantai pasok komoditas.

Usai mendapatkan pemaparan dari Pelindo, tim KPPU meninjau langsung aktivitas logistik di Terminal Teluk Lamong.

Peninjauan meliputi proses bongkar muat atau stevedoring, pengangkutan komoditas menggunakan belt conveyor, penyimpanan di gudang (warehousing), hingga proses pengiriman melalui loading bay.

Wakil Ketua KPPU Hilman Pujana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengumpulan bahan keterangan dan informasi sebelum lembaganya menentukan langkah lebih lanjut.

“Saat ini KPPU masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan informasi,” kata Hilman, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, kajian yang dilakukan KPPU nantinya akan digunakan untuk memahami bagaimana struktur dan mekanisme rantai pasok komoditas berlangsung. KPPU juga akan melihat kemungkinan adanya persoalan yang berkaitan dengan hukum persaingan usaha.

Penelusuran secara langsung ke titik logistik dinilai penting karena rantai pasok tidak hanya berkaitan dengan perpindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain. Efisiensi pada setiap tahapan dapat turut menentukan biaya yang harus ditanggung pelaku usaha pada mata rantai berikutnya.

Khusus kedelai dan produk turunannya yang digunakan sebagai bahan baku pakan, efisiensi rantai pasok menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.

Biaya logistik, proses bongkar muat, penyimpanan, hingga distribusi dapat menjadi bagian dari struktur biaya sebelum bahan baku tersebut digunakan industri pakan.

Ketika biaya bahan baku pakan meningkat, tekanan biaya dapat diteruskan ke sektor peternakan. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi memengaruhi biaya produksi telur dan daging ayam.

Karena itu, KPPU tidak hanya mencermati harga komoditas di tingkat pasar, tetapi juga berupaya memahami bagaimana komoditas tersebut bergerak sejak masuk melalui pelabuhan hingga sampai ke rantai usaha berikutnya.

Penelusuran di Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu bagian dari upaya KPPU mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai rantai pasok pangan dan bahan baku pakan di Indonesia.

Hasil pengumpulan informasi tersebut nantinya menjadi bahan bagi KPPU untuk menentukan apakah diperlukan langkah lebih lanjut, termasuk dalam kaitannya dengan efisiensi rantai pasok maupun potensi persoalan persaingan usaha. info/red

55 / 100 SEO Score