
Surabaya – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sekar Laut Tbk. memutuskan pembagian dividen 2021 sebesar Rp29,841 miliar.
Direktur PT Sekar Laut Tbk. John C. Gozal mengatakan pada RUPS tahun buku 2021 telah memutuskan membagi deviden Rp48 per lembar.
Angka tersebut diakui cukup besar sepanjang sejarah sejak perusahaan krupuk dan sambal ini Go Public, karena nilai totalnya mencapai Rp29,841 miliar.
“Diputuskan pada RUPS tadi pembagian dividen sebesar Rp29,841 miliar atau Rp48 per saham, kenaikannya cukup signifikan dibandingkan tahun lalu, bahkan sepanjang sejarah selama peraeroan kami. Hal ini karena laba yang dicapai selama 2021 naik hampir 99%, atau mencapai Rp85 miliar. Dan pada triwulan I/2022 lalu, sudah mencapai Rp17 miliar,” katanya pada Paparan Publik secara daring usai RUPS di Surabaya, Senin (18/5/2022).
Lebih lanjut John mengatakan, Sekar Laut sebagai perusahaan manufaktur di bidang industri makanan telah melihat peluang dibalik kondisi pandemi yang melanda dunia, yakni makanan merupakan salah satu elemen yang tetap dibutuhkan masyarakat.
Diakui perseroan berhasil meningkatkan kinerja usahanya selama 2021, di tengah penurunan ekonomi dunia yang dilanda pandemi Covid-19.
Indonesia yang mengalami penuruan daya beli selama pandemi Covid-19 tahun 2020, menurut dia telah memicu untuk bangkit dengan melakukan penjualan secara on line, sehingga ketersediaan produk tetap terjaga.
Sementata dari data perseroan itu terungkap pada 2021 telah membukukan nilai penjualan sebesar Rp1,36 triliun, atau meningkat 8% dibandingkan tahun 2020 yang hanya Rp1,25 triliun.
Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp85 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya, yaitu terbukukan sebesar Rp42,5 miliar.
“Kendala muncul varian delta, yang menyebabkan pemerintah menetapkan PSBB dalam kurun waktu cukup lama. Namun hal ini tidak menyurutkan kami dalam pemasaran produk secara konsisten dan berkesinambungan. Bahkan kinerja juga kami tingkatkan,” ujar Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang.
Disinggung setrategi pemasaran saat pendemi, Jimmy mengatakan lebih fokus pada pemerataan pasar lokal untuk mempertahankan produksi dan distribusi produknya, serta menyesuaikan dengan keadaan pandemi dimana banyak batasan terhadap pergerakan masyarakat dan perubahan pola konsumsi.
“Strategi pemeraatan lokal ini cukup efektif hingga mampu menutup penurunan penjualan dari restoran dan hotel yang cukup signifikan di 2021. Strategi yang dilakukan selain penjualan melalui digital marketing juga pemerataan produk ke pasar ekspor, agar produk tetap dapat dipertahankan bahkan mengalami peningkatan di tahun 2021,” jelasnya.
Dia mengatakan, potensi pertumbuhan kinerja perseroan sampai tahun ini sangat bergantung dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19.
Jika program vakisinasi berhasil dan daya beli naik, ia yakin kinerja perseroan akan lebih baik dari tahun lalu. Karena itu, perseroan akan merambah pasar ekspor di Eropa Timur, meski tetap menjaga pasar ekspor yang sudah ada seperti Belanda, Inggris, Korea, China dan Selandia Baru.
“Namun dari pencapaian penjualan di kuartal I 2022, kami optimistis kinerja tahun 2022 ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya dengan peningkatan sebesar 10%,” jelas Jimmy.
Dari laporan buku di perseroan itu juga terungkap pada kuartal I/2022, mencatat penjualan sebesar Rp361,35 miliar, atau naik 7,31% dari kuartal I/2021 sebesar Rp Rp336,72 miliar.
Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp17 miliar atau lebih tinggi dari kuartal I 2021 sebesar Rp12 miliar.
“Kami mentargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini bisa 10% dan kalau target pernjualan ini bisa kami capai kami juga optimistis laba bisa naik hingga 20% sampai akhir tahun ini,” tegasnya Jimmy.
Secara rinci dia memaparkan, pendapatan Sekar Laut dari penjulan hasil produksi terbagi menjadi penjualan ekspor 20% sebesar Rp39,43 miliar dan penjualan lokal mencapai Rp142,17 miliar.
Kemudian dikatakan ada penjualan barang dagangan meliputi ekspor dan lokal yang masing-masing senilai Rp756 juta dan Rp181,16 miliar.
Menurut Jimmy, pasar domestik dan pasar ekspor terus berkembang, tetapi pasar dalam negeri mendominasi penjualan dengan tumbuh sebesar 8%.
Pada tahun 2022 penjualan krupuk mengalami pertumbuhan 4%, saus dan sambal 16% dan roti 3%. Diprediksi hingga akhir tahun nanti pertumbuhan penjualan akan mencapai 10%.
“Untuk tahun 2022 tidak ada pergeseran penjualan yang signifikan, namun akan dilakukan penetrasi pasar ke luar pulau Jawa, yakni di Sumatera, Sulawesi dan Indonesia Timur lainnya, dengan menyasar pulau-pulau terpencil agar produk perseroan mudah didapatkan konsumen. Tahun ini pula perseroan akan mengembangkan varian krupuk goreng karena pasarnya terbuka lebar,” tandas Jimmy. Info/red

Berita Lainnya
Direktur Eksekutif Populi Center Sebut Pilkada Lewat DPRD Syaratnya Berat
Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia–Tiongkok Konjen RRT Ye Su Kunjungi Klenteng Boen Bio
Faktor Ekonomi Jadi Faktor Dominan Angka Perceraian di Surabaya Naik Sepanjang 2025