23 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kereta Cepat Jakarta Surabaya Sudah Masuk Perencanaan Kemenhub

56 / 100 SEO Score

kereta cepat

Surabaya – Pemerintah Indonesia berencana memperpanjang relasi kereta cepat Jakarta Bandung, hingga ke Surabaya. Sehingga moda transportasi itu, nantinya akan menjadi kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan, Pemkot Surabaya mendukung penuh rencana pengembangan relasi kereta cepat, karena Surabaya dan Jakarta merupakan pusat bisnis di Indonesia.

Menurutnya, apabila kereta cepat Jakarta-Surabaya terealisasi, maka masyarakat akan lebih banyak pilihan moda transportasinya. Baik itu melalui jalur udara pesawat maupun kereta cepat.

“Sehingga transportasi akan banyak pilihan, melalui udara maupun kereta. kita support penuh dan berdoa semoga bisa terwujud (kereta cepat) Surabaya-Jakarta,” ujar Wali Kota Eri di sela event RUN HUB 2023 di Balai Kota Surabaya, Minggu (8/10/2023).

Meski demikian, Wali Kota Eri mengakui, saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemkot Surabaya soal rencana tersebut.

Namun begitu, rencana ini sudah dimasukkan ke dalam blue print perencanaan Kemenhub. “Semoga bisa terwujud,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menjelaskan, bahwa pihaknya telah diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk membuat blue print rancangan dari Bandung ke Surabaya.

Menhub Budi menyatakan, pemerintah telah membuktikan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terealisasi.

Karenanya, pihaknya kemudian membuat mapping atau rancangan dengan variabel-variabel tertentu yang membuat kereta api nanti lebih efisien.

“Bayangkan Jakarta – Surabaya 3,5 jam,” ujarnya.

Menurut dia, variabel perhitungan itu salah satunya terkait dengan cost atau biaya. Perhitungan cost ini tentu memperhatikan jalur atau jalan mana saja yang akan dilalui oleh kereta cepat tersebut.

“Nah, itu mempengaruhi. Terus cara, terus daya beli masyarakat, ini dihitung sebagai suatu optimalisasi,” jelasnya.

Menhub Budi menegaskan, bahwa keberadaan kereta cepat itu bukan semata-mata untuk komersial. Keberadaan transportasi itu tentu harus ada tanggung jawab bersama baik pihak swasta atau pemerintah.

“Justru yang akan mendapatkan bangkitan ekonomi itu adalah kota-kota yang dilalui. Dan cost yang dikeluarkan pada kereta cepat, terbayarkan pada bangkitnya ekonomi di banyak daerah. Katakanlah Purwokerto, Cirebon, Jogja, Solo dan Surabaya, pasti akan kegiatan ekonomi bertambah,” imbuhnya. info/red

56 / 100 SEO Score