8 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Inilah Kisah Inspiratif Para Lulusan PCU Wisuda ke-85

58 / 100 SEO Score

UK petra sby

Surabaya – Penuh bangga, PCU telah meluluskan 547 wisudawan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-85. Beberapa diantaranya menghasilkan karya menarik, dan memiliki pencapaian akademis sangat baik. Berikut adalah kisahnya,

Sebelumnya, Rektor PCU (Petra Christian University), Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng mengungkapkan rasa syukur untuk para wisudawan, yang berhasil menyelesaikan masa studinya di PCU dengan amat baik.

“Only by His grace! Soli Deo Gloria,” ucap Rektor PCU saat melepas para 547 wisudawan yang digelar dua hari pada 1-2 Maret 2024, mulai pukul 09.00 WIB, di Auditorium Gedung Q kampus PCU.

Elizabeth Tjandra jadi salah satu yang ikut merayakan kelulusannya. Sebelum lulus, wisudawan dari program Architecture PCU satu ini berhasil membuat karya tugas akhir yang menarik, berjudul “Kampung Susun Adaptif di Ngagel, Surabaya”.

Penelitiannya bermula dari fenomena pertumbuhan populasi penduduk di Surabaya yang pesat, apalagi di kawasan Ngagel.

Sehingga menurut alumni SMA Kristen Petra 2 Manyar Surabaya itu, dibutuhkan sebuah fasilitas tempat tinggal untuk menampung penduduk yang semakin banyak.

Dalam proses pengembangan konsep desainnya, Elizabeth berkesempatan untuk berkolaborasi bersama mahasiswa Silpakorn University – Thailand.

“Kampung Susun Adaptif ini merupakan desain perancangan dengan menerapkan beberapa aspek vital dari kehidupan kampung, sehingga penduduk yang pindah dari kampung horizontal ke vertikal dapat cepat beradaptasi dalam aktivitas mereka,” tutur Elizabeth.

Desain perancangannya itu ia nyatakan menjadi sebuah maket berukuran 20 x 15 cm, atau dalam skala 1:400. Melalui pendekatan tersebut, perempuan yang kini sedang menempuh studi lanjut (S2) di Master’s of Architecture PCU ini, meyakini bahwa Kampung Susun Adaptif yang ia buat tak hanya memberi solusi perumahan yang efisien, tapi juga mempertahankan warisan budaya dan tradisi dari Kampung Ngagel sendiri.

“Saya ingin menjadi arsitek yang membuka biro sendiri, dengan fokus ke bidang efisiensi energi dan arsitektur hijau,” cetus wisudawan yang juga memperoleh penghargaan sebagai lulusan Aktif Berprestasi ini dengan penuh yakin, saat ditanyai tentang rencananya ke depan setelah lulus menjadi Sarjana.

Tak hanya Elizabeth, berikut adalah beberapa cerita dari para wisudawan Program Sarjana dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi dari lima fakultas yang ada di PCU.

Faculty of Humanities and Creative Industries – Aimee Alexis

Melalui proses, kita bisa menjadi lebih baik hari demi hari. Kiasan itu mencerminkan perjalanan perkuliahan dari Aimee Alexis, wisudawan dengan IPK Tertinggi dari Faculty of Humanities and Creative Industries pada Wisuda ke-85 PCU.

Meraih IPK 3.93, lulusan SMAK 1 BPK Penabur Bandung ini punya kesukaan dengan topik-topik yang bertalian dengan Bahasa Inggris. Ia pun memilih English for Creative Industry PCU sebagai tempat bertumbuh, menempuh perkuliahan pada 2019.

Hebatnya, Aimee pernah mengikuti program Double Degree di Dongseo University (DSU) Busan, Korea Selatan, selama satu tahun.

Selain mendapat gelar S.S (Sarjana Sastra) dari PCU, ia juga mendapat gelar B.A. (Bachelor of Arts) dari DSU setelah resmi lulus pada tahun 2022.

Aimee menutup perjuangan perkuliahannya dengan tugas akhir berjudul “The Magical Quest: Finding the Perfect Ears and Other Stories: Children’s Picture Books Exploring Children’s Confidence in Their Self-Identity”.

Lima cerita anak menjadi fondasi utama di tugas akhir nya itu. “Ceritanya beragam, mulai dari fabel hingga fantasi,” ujar perempuan berambut panjang ini.

Topik itu ia angkat karena tahun demi tahun, anak-anak perlu terus mendapatkan keyakinan bahwa menjadi berbeda bukanlah hal yang salah.

Faculty of Industrial Technology – Amelia Syatriadi

Berawal dari kepekaan akan kesulitan yang dialami program studi, berakhir jadi judul skripsi. Itulah yang dilakukan Amelia Syatriadi, wisudawan dengan IPK Tertinggi dari Faculty of Industrial Technology dalam Wisuda ke-85 PCU.

Mahasiswi program Business Information System ini berhasil memperoleh IPK 3.96, dengan skripsi yang berjudul “Data Warehouse dengan Graph Database untuk Analisis Pelaksanaan Kurikulum di Program Studi Informatika Universitas Kristen Petra”.

Hasil penelitiannya juga direalisasikan untuk menjawab kebutuhan Informatics Department PCU dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum OBE (Outcome Based Education).

“Pada umumnya, data warehouse banyak dibuat dengan menggunakan relational database. Namun, ternyata graph database (yang saya gunakan) terbukti lebih efisien dalam menavigasi hubungan antar entitas, dan melakukan perhitungan pada jumlah data yang besar,” urai alumni SMAK St. Louis 1 Surabaya ini.

Selama berkuliah di PCU, mahasiswi kelahiran 2002 ini tercatat pernah menjadi Top 10 dalam kompetisi East Java Data Hackathon yang diadakan oleh Junior Chamber International (JCI) dan Kominfo Jawa Timur.

Selain itu, Amelia juga selalu mencoba banyak hal baru seperti ikut kepanitiaan dan organisasi, menjadi asisten dosen dan asisten laboratorium, serta magang di perusahaan luar Surabaya.

Dengan berbagai pengalaman yang telah ia rasakan selama belajar dan bertumbuh di PCU itu, kini Amelia sudah mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan startup yang bergerak dalam bidang teknologi dan berbasis di US (United States). Ia bergabung sebagai Full-stack Developer untuk pembuatan website.

Faculty of Civil Engineering and Planning – Steven Gaillard

Steven Gaillard, ia adalah wisudawan dengan IPK Tertinggi dari Faculty of Civil Engineering and Planning dalam Wisuda ke-85 PCU. Tak hanya itu, Steven juga memperoleh penghargaan sebagai lulusan Aktif Berprestasi.

Bahkan, ia menjadi perwakilan wisudawan yang memberi pidato sambutan dalam wisuda hari pertama.

Setelah melalui proses pembelajaran dan pengalaman selama berorganisasi di PCU, mahasiswa program Civil Engineering ini memilih topik tugas akhir tentang coding.

“Optimasi Portal Beton Bertulang Penahan Gempa dengan Metode Metaheuristik” merupakan topik penelitian yang dipilih, dan kemudian berhasil membawa Steven lulus dengan IPK 3.95.

Mendapatkan capaian tersebut bukanlah sebuah perjalanan yang mudah bagi Steven. Alumni SMA Kristen Petra 2 itu mengaku pernah mengalami masa di mana IPK-nya turun karena kesibukannya dalam kegiatan organisasi.

“Kita perlu tahu kapasitas diri kita. Jangan asal ambil semua, karena kita juga perlu belajar me-manage skala prioritas dan lingkaran relasi,” ujar Steven saat ditanyai tentang tips-nya bisa terus bersemangat dalam kuliah.

Kini, Steven berkomitmen untuk melanjutkan perjuangannya dengan menempuh studi lanjut (S2) di Master’s of Civil Engineering PCU.

Dengan ilmu yang ia pelajari di Program Sarjana PCU, Steven yakin perjalanannya di Program Magister ini akan menghasilkan buah yang baik juga. Di samping itu, ia juga sudah mendapatkan pekerjaan sebagai tim Engineer di Multi Construct Indonesia, Surabaya.

Faculty of Teacher Education – Nafira Putri Hosana Adit

Wisudawan dengan IPK Tertinggi dari Faculty of Teacher Education dalam Wisuda ke-85 PCU ini berasal dari program Elementary Teacher Education. Bernama Nafira Putri Hosana Adit, ia lulus dengan IPK 3.61.

Alumni SMA Kristen Petra 4 itu mengaku bahwa selama proses kuliah di PCU, ia banyak sekali dibekali dengan skill dan kerohanian yang tinggi. Nafira merasa ia benar-benar dipersiapkan untuk lulus sebagai guru Kristen yang berpedoman pada firman Tuhan.

Beberapa hal yang menarik dari proses mengajar sebagai guru bagi Nafira adalah bagaimana memiliki kontrol diri untuk mengajar anak berkebutuhan khusus, siap secara emosional, dan memberikan penguatan positif pada anak-anak didiknya.

Menarik, saat proses pengerjaan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Bermain Peran terhadap Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar”, Nafira juga sedang menjalani magang di Kupang.

Perempuan yang sekarang sudah mendapat pekerjaan sebagai guru di SD Kristen Petra 13 Surabaya ini membagikan ceritanya.

“Setiap orang punya rasa malas, tapi ingat lagi kenapa sejak awal kamu ada di sini. Apakah perjuangan panjangmu itu sia-sia atau tidak, apa tujuan Tuhan menempatkan kamu di PCU? Lawan rasa malasnya, kuliah jangan hanya belajar, tapi aktif dan ikutlah organisasi atau kepanitiaan untuk menambah pengalaman. Kuliah itu nomor satu, tapi organisasi juga jangan dilupakan,” kata Nafira penuh semangat.

School of Business and Management – Gloria Fangie

Gadis cantik ini bernama Gloria Fangie, mahasiswi Tax Accounting yang berhasil menjadi wisudawan dengan IPK Tertinggi dari School of Business and Management dalam Wisuda ke-85 PCU. Ia meraih IPK 3.98, nyaris sempurna!

Tak hanya itu, Gloria juga berhasil menjadi wisudawan dengan IPK Tertinggi dari seluruh wisudawan Program Sarjana (S1).

Bahkan, ia memperoleh penghargaan sebagai lulusan Aktif Berprestasi, dan menjadi perwakilan wisudawan yang memberikan pidato sambutan dalam wisuda hari kedua.

Penelitian yang dilakukan oleh alumni SMA Kristen Petra 1 ini berjudul “Dampak Rasio Finansial Perusahaan terhadap Trade-Off Pelaporan Keuangan-Perpajakan”.

Semasa kuliah, Gloria juga diketahui telah mengantongi tiga prestasi dari berbagai ajang kompetisi nasional, dan 11 pengalaman organisasi. Tantangan dalam mengatur waktu selalu dihadapi.

Namun Gloria mengaku bahwa ia kerap kali melakukan tiga kiat ala dirinya, yaitu menetapkan tujuan, memiliki rasa tanggung jawab, dan berusaha melakukan yang terbaik.

“Tetap semangat dan jangan menyerah! Setiap proses dan tantangan pasti akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkas Gloria.

Dengan segala ilmu, pengalaman, dan kiat yang telah ia raih serta lakukan selama berkuliah di Tax Accounting PCU itu, kini Gloria berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Tax Consultant di Artax seusai ia melaksanakan program magang di sana selama enam bulan pada Juli – Desember 2023 lalu.

Artax sendiri merupakan perusahaan berbasis di Surabaya, yang menangani layanan konsultasi terkait pajak. Info /red

58 / 100 SEO Score