
Ibadah Pemuda GKJW Ngagel: Merayakan Kasih yang Menopang di Tengah Badai Kehidupan
Surabaya – Ibadah pemuda GKJW Ngagel di gedung gereja berbeda dari ibadah biasanya karena kali ini ibadah dilaksankan untuk memperingati Hari Valentine. Hari Valentine adalah hari kasih sayang, tidak hanya bagi pasangan, namun juga kasih orangtua kepada anak, dan yang terutama kasih Allah kepada umat-Nya.
Pembukaan ibadah pemuda-pemudi GKJW Ngagel diawali dengan memuji Tuhan melalui lagu “Besar Anugerah-Mu Tuhan” dan “Allah itu Baik”. Kemudian, ada sesi pujian dengan cara yang berbeda, yaitu mengajak satu pemuda dan satu pemudi ke panggung untuk bernyanyi sambil bergoyang dengan riang.
Sebelum penyampaian firman Tuhan, pemuda-pemudi menyanyikan lagu “Sujud di Altar-Nya”. Ibadah pemuda KPPM kali ini mengangkat tema “Held by Love” yang dipimpin oleh Pdt. Samuel Enggar Hadi. Beliau mengambil ayat Mazmur 147:3 sebagai landasan firman Tuhan. Selain itu, juga ditayangkan sebuah trailer film Underground.
Dalam refleksi iman yang mendalam, umat diajak untuk merenungkan kembali situasi kelam dalam sejarah ketika Kota Yerusalem pernah hancur, temboknya runtuh, dan identitas bangsa terguncang akibat luka kolektif yang mendalam. Peristiwa ini menjadi simbol pergumulan batin yang dialami banyak orang ketika menghadapi kehancuran dan kehilangan.
Namun, di tengah kehancuran itu, hadir sebuah pesan penghiburan yang dikenal dengan tema “Held By Love” atau Direngkuh, Dipeluk oleh Cinta-Nya. Pesan ini mengingatkan bahwa ketika kota runtuh, kita tidak ditinggalkan; ketika hati patah, kita tidak sendirian; dan ketika masa depan belum jelas, kita tetap dipelihara. Kasih Tuhan tidak selalu mencegah badai datang, tetapi kasih-Nyalah yang menopang umat di tengah badai.
Lebih dari itu, Tuhan mengarahkan umat-Nya untuk tidak terus-menerus hidup dalam bayang-bayang kelam masa lalu yang penuh derita, luka, dan kepahitan. Sebaliknya, umat diajak untuk move on, terus bertumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman dan penuh pengharapan akan masa depan yang lebih baik.
Kemudian dilanjutkan dengan pembagian cokelat sesuai ciri khas Valentine terhadap sesama pemuda-pemudi.
Maka, melalui Firman Tuhan yang disampaikan, para pemuda-pemudi diajak untuk menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan. Sebagaimana Tuhan yang mahakuasa dan dahsyat, Ia selalu menyatakan kasih-Nya kepada umat yang percaya. Ibadah pun ditutup dengan doa syukur dan harapan agar setiap pemuda dapat terus hidup dalam naungan kasih Tuhan, menjadi pribadi yang kuat, teguh, dan menjadi berkat bagi sesama.info/red/pram

Berita Lainnya
Lestarikan Sejarah Kota Lama, Hotel Cagar Budaya Horison Arcadia Surabaya Gandeng Komunitas Let’s Walk Gelar Tur ‘Aku & Dia di Arcadia’
Lewat Jelajah Sejarah Kota Lama, Kokoon Hotel Surabaya Dorong Wisata Edukasi
Nikmati Breakfast dan Berenang dengan Penawaran Spesial di Mercure Serpong Alam Sutera