22 May 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ganjar Pranowo Hadiri Hari Jadi Masjid Cheng Hoo Surabaya ke-21

Surabaya – Pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, secara meriah, dihadiri kurang lebih 1.600 tamu undangan, pada Sabtu (14/10/23) malam.

Selain dihadiri para sesepuh pendiri, pengurus YHMCHI, pengurus PITI se-Jawa Timur, para pengusaha dan tokoh masyarakat Tionghoa Jawa Timur.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu VIP, diantaranya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Angela Tanoesoedibjo, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan istri Liliana Tanoesoedibjo, bakal calon presiden Ganjar Pranowo, Alim Markus, Hermawan Santoso dan lain lain.

Dalam sambutannya, Ketua YHMCHI H. Abdullah Nurawi menyampaikan, tema peringatan HUT ke-21 tahun ini adalah menjaga netralitas dan memupuk semangat untuk pembauran.

“Dalam setiap kegiatan, kami selalu berkolaborasi dengan tokoh agama, tokoh lintas agama, serta masyarakat dari berbagai etnis dan suku. Karena tujuan kami adalah mengedepankan kebersamaan, untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

“Semoga ke depannya, keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo semakin bermanfaat. Baik bagi masyarakat, umat, serta bangsa dan negara,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Ganjar dan Hary Tanoe, masing-masing diberikan hadiah sebuah peci oleh Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Menurut Ganjar, Masjid Cheng Hoo Surabaya merupakan cerminan dari kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Sebab, masjid ini dibangun secara gotong royong antar umat beragama. Di sini bisa menjadi zona netral. Dimana siapapun bisa bertemu, berkumpul, serta berdiskusi tentang banyak hal. Dan mencari solusi masalah kebangsaan, persoalan masyarakat, maupun hubungan sosial dan antar umat beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Hary Tanoe mengatakan bahwa Masjid Muhammad Cheng Hoo memiliki kenangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.

“Saya ke sini karena ada sejarah. Dimana ayah kami, merupakan salah satu pendiri Masjid Muhammad Cheng Hoo. Bahkan setelah ayah wafat pada akhir tahun 2002. Saya memutuskan untuk ikut melanjutkan pembangunannya,” ungkapnya.

Puncak acara diisi dengan talkshow, yang menghadirkan kaum milenial sebagai pembicara, yakni Dr Novi Basuki, Ivan Ariesta MBA, dan Ustad Hasan Basri S.Sos.I. Kegiatan ini dipandu H. Dahlan Iskan.

Jika Novi Basuki bercerita tentang pengalamannya saat menempuh pendidikan tinggi selama 10 tahun di Tiongkok, hingga mencapai gelar doktor.

Maka Ustad Hasan Basri mengisahkan perjalanan Laksamana H. Muhammad Cheng Hoo dalam mengelilingi dunia, untuk menyebarkan ajaran Islam.

“Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya dibangun untuk mengenang perjuangan beliau,” ungkapnya.

Diakhir acara, dilakukan pemotongan tumpeng oleh sesepuh dan pendiri Masjid Muhammad Cheng Hoo, HMY Bambang Soejanto.

Sebab, selain merayakan HUT ke-21 Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Kegiatan ini juga untuk merayakan HUT ke-76 HMY Bambang Soejanto. info/red