15 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

FKG UC Ajak Dokter Gigi Jadi Inovator Lewat Dental Conference 2025

55 / 100 SEO Score

IMG 20250723 WA0043

Surabaya – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Ciputra (FKG UC) terus mendorong transformasi peran dokter gigi melalui pendekatan unik berbasis kewirausahaan, yang diwujudkan dalam Dental Conference 2025 bertema “Modern Dentistry Redefined: Bridging Science, Technology, and Patient Care” yang digelar di Integrity Hall UC, dan diikuti oleh 200 peserta.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, konferensi ini menjadi ruang strategis bagi dokter gigi untuk menggali potensi sebagai inovator dan pelaku bisnis di bidang kesehatan gigi. Ketua panitia, drg. Antonius Lucky Armando, Sp.Perio, menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, kewirausahaan, dan keilmuan klinis dalam menghadapi tantangan industri kedokteran gigi saat ini. “Selama ini pendidikan dokter gigi lebih menitikberatkan aspek teknis. Padahal, pemahaman tentang entrepreneurship justru bisa menjadi pintu bagi dokter gigi untuk menciptakan inovasi berdampak luas,” terang drg. Lucky.

Ia menambahkan, banyak dokter gigi sebenarnya punya potensi besar menjadi pionir produk hingga teknologi kesehatan gigi, namun minim pembekalan. Melalui konferensi ini, FKG UC ingin membuka cakrawala baru bahwa dokter gigi bisa menjadi lebih dari sekadar praktisi, mereka bisa menjadi pemilik brand, pelaku startup, atau penggagas solusi teknologi.

Sejalan dengan semangat Universitas Ciputra yang menjadikan entrepreneurship sebagai DNA pembelajaran, FKG UC juga telah membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis, pemetaan peluang, hingga kolaborasi lintas bidang. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, terlebih dengan data Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) 2023 yang menunjukkan bahwa kurang dari 20% dokter gigi di Indonesia memiliki pemahaman dasar tentang kewirausahaan. “Kami ingin mahasiswa dan dokter gigi memiliki keberanian untuk melangkah lebih jauh, bukan hanya sebagai tenaga medis, tapi juga sebagai inovator di bidangnya,” pungkas drg. Lucky.

Dekan FKG UC, Prof. Dr. Ida Bagus Narmada, drg., Sp.Ort(K), juga menekankan bahwa model pembelajaran interdisipliner yang diterapkan mampu membekali mahasiswa untuk siap bersaing dan memberi kontribusi nyata di era digital dan kompetitif ini. Info/red

55 / 100 SEO Score