
Surabaya,pustakalewi.com – Upaya mencapai manusia Indonesia yang berkualitas, sangat terkait erat dengan factor pangan dan gizi, pemenuhan kecukupan pangan dan gizi dapat tercermin dari tingkat pencapaian pangan yang disediakan dan yang dikonsumsi terhadap jumlah pangan dang izi yang tersedia, mutu maupun keragamannya.
Universitas Ciputra (UC) Surabaya melalui Program Studi Culinary Bisnis melakukan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat dengan Program Pengabdian masyarakat dengan tajuk Pemberdayaan Ekonomi Melalui Olahan Pangan Lokal Berbasis Aron di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kecamatan Pasuruan pada Sabtu, (13/5/2023).
Kegiatan ini dengan ketua Hari Minantyo, S.Pd., M.M. dengan anggota Michael Ricky Sondak, S.E., M.M. dan dosen Teknologi Pangan UC Oki Krisbianto, S.TP., M.Sc mencoba melakukan inovasi pada Aron makanan khas suku Tengger. Aron sendiri merupakan Pangan nasi Aron dibuat dari jagung yang berwarna putih yang di fermentasi dengan Proses perendaman ini bisa juga direndam lebih dari satu bulandan diolah secara khusus sebagai makanan pokok.
Menurut Hari Minantyo, S.Pd., M.M. bahwa nasi Aron suku Tengger ini dari jagung putih yang ada di lahan lereng Bromo, mirip dengan nasi putih kebanyakan. Bedanya, nasi aron Tengger bikin kenyang tahan lama, tak cepat basi bahkan hingga seminggu, dan rasanya lebih gurih.
“Masyarakat Suku Tengger sampai saat ini masih terus mempertahankan tradisi dan adat istiadatnya. Salah satu yang terus dipertahankan adalah makanan khasnya. Makanan khas Suku Tengger adalah nasi aron.” Ungkap Chef Hari panggilan akrab dosen tersebut
Hari Minantyo, S.Pd., M.M. menambahkan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk inovasi produk lokal dan membangun kemampuan masyarakat dengan cara mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran mereka, serta mengembangkan potensinya dalam mengolah produk Aron menjadi makanan lain.
Inovasi yang dilakukan oleh Team UC ini mengubah Aron menjadi Mie sehingga dapat dikonsumsi dengan beberbagi aneka hidangan tambahan, seperti Mie Aron Ayam, Mie Aron Semen dan juga Mie Aron original. Uji coba Produk Aron ini melibatkan mahasiswa agar mahasiswa akan mendapatkan pengalaman di luar kampus yaitu kegiatan pengabdian di masyarakat,
Pada kesempatan ini Sumarno sebagai penggerak KUBE Delvia merasa pendampingan dari Universitas Ciputra ini sangat berdampak bagi warga di Desa Wonokitri karena melalui penguatan pada kelompok masyarakat, untuk menjadikan mereka lebih produktif dan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang produktif.
“Inovasi dari Aron ini dapat menjadi motivasi warga di Tosari bahwa kita bisa membuat banyak produk yang unik dan enak, selain itu juga dapat dinikmati semua tamu saat berkunjung ke Wisata Gunung Bromo. Semoga berdampak terutama bisa makanan khas yang harus di cicipin saat ke Bromo” Ungkap Sumarno
Sumarno menambahkan pemberdayaan masyarakat juga termasuk konsep pembangunan ekonomi yang berisi nilai-nilai sosial dan dimungkinkan adanya perbaikan ekonomi keluarga untuk mendorong peningkatan pendapatan sehingga menjadi sejahtera.
Perlu diketahu kegiatan Ini merupakan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UC untuk tahun anggaran 2022/2023 dengan Program DIMAS.info/red

Berita Lainnya
Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus GKJW Ngagel Surabaya: Bulan Mardiko
Hadir di SRMA 21 Surabaya Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
Ratusan Siswa di Tembok Dukuh dari 12 Sekolah di Surabaya Alami Gejala Keracunan Karena MBG