
“Christmas Night GKJW Ngagel 2025”
Surabaya – Pada hari Rabu, 24 Desember 2025, GKJW Ngagel merayakan ibadah Natal malam yang berlangsung dengan meriah dan menghadirkan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara dimulai pada pukul 18.00 dengan mengusung tema Natal “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang didasarkan pada ayat Matius 3:13–15.
Perayaan Natal malam di GKJW Ngagel tahun ini juga menghadirkan area foto bersama yang unik, berupa kotak dengan latar belakang bernuansa Natal. Tempat ini disediakan secara khusus untuk mengabadikan momen kebersamaan bagi pasangan, keluarga, maupun sahabat, sehingga menjadi kenangan yang berkesan bagi seluruh jemaat.
Acara Natal dibuka dengan persembahan puisi yang dibawakan oleh Ibu Kriswahyu. Puisi tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan dan menggambarkan makna perdamaian dalam perayaan Natal yang sukacita.
Pembukaan acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Balita serta Tamborin Remaja yang diiringi oleh lagu “Angels (Glory to God)”. Persembahan ini menambah suasana khidmat dan penuh kegembiraan dalam perayaan Natal malam tersebut.
Sambutan hangat disampaikan oleh Ketua Panitia Perayaan Natal Malam kepada seluruh jemaat yang hadir. Dalam sambutannya, ia menjelaskan latar belakang tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema tersebut diangkat dari kisah Maria dan Yusuf yang menerima kehadiran bayi Yesus Kristus dalam keluarga mereka. Melalui peristiwa tersebut, ditegaskan bahwa Allah hadir di tengah keluarga yang tidak sempurna untuk membawa keselamatan dan pengharapan.
Isi acara Malam Natal diisi lagu “Dia Lahir Untuk Kami” lalu dilanjutkan dengan lagu “Hai Siarkan di Gunung”.
Sambutan keluarga tentang Natal. Hari Natal adalah Tuhan Allah yang datang sebagai bayi Yesus Kristus. Kehadiran Yesus untuk menebus dosa manusia.
Selanjutnya penuh pujian worship dengan lagu ” How Great Thou Art” dan “Hai Mari Berhimpun”. Lagu-lagu tersebut memberikan semangat malam Natal bagi seluruh jemaat.
Lalu, acara diisi dengan persembahan pujian dari PS. Gema Efrata yang berkolaborasi dengan PS. Nadaria Voice. Mereka membawakan lagu “Let It Shine” secara megah Malam Natal.
Seluruh jemaat diajak untuk menyaksikan sebuah video cerita pendek yang mengisahkan tentang seorang individu yang mengalami kekosongan dalam hidupnya. Ia merasa bahwa segala perbuatan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir hanyalah sia-sia. Namun, melalui cerita tersebut disampaikan pesan bahwa hanya Tuhan yang mampu mengisi kekosongan hati setiap manusia, bahkan bagi mereka yang jarang membangun hubungan atau koneksi dengan Tuhan.
Setelah ini seluruh jemaat menyalakan lilin yang sudah ciri khas Natal. Lilin adalah simbol Kemegahan. Selama nyala lilin seluruh jemaat bernyanyi lagu ” Malam Kudus” dan “Dalu Suci”.
Seluruh jemaat nonton video cuplikan tentang kondisi Maria yang sudah mengandung bayi Yesus yang lagi berkunjung kerabatnya sebelum khotbah mulai. Khotbah di khotbah oleh Pdt Budi Cahyono dengan membaca ayat Matius 2:13-15.
Dalam pesan Natal yang disampaikannya, beliau menekankan bahwa Natal merupakan waktu istirahat dan kebersamaan bagi keluarga maupun warga yang merayakannya secara sederhana. Natal menjadi momen kebahagiaan, khususnya bagi para pekerja, peternak, dan petani, yang dapat merayakan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.
Meskipun berada dalam kondisi keluarga yang penuh keterbatasan dan penderitaan, seperti kisah Maria dan Yusuf yang dianugerahi Anak Yesus Kristus dan harus tinggal di kandang hewan, jemaat diajak untuk belajar merayakan Natal dalam situasi yang sederhana namun penuh makna iman.
Ada persembahan lagu dari team Karawitan dengan Gamelan, alat musik tradisi. Lalu persembahan tiba.
Drama akhir tokoh utama bersyukur atas Tuhan di hari Natal ini. Lalu di akhiri dengan lagu “Dari Pulau dan Benua”. Doa penutup dipimpin oleh Pdt Budi Cahyono. Lalu lagu ciri khas Natal ialah “Merry Christmas” dan “Feliz Nafidad”. Info/red/pram

Berita Lainnya
Film Mortal Kombat 2’ Tayang di HBO Max Mulai 24 Juli 2026
KHAS Surabaya Hotel Rayakan Anniversary Bertema “Forged for Glory”
Anniversary ke-13, The Alana Surabaya Gelar Donor Darah Bertajuk “Give Blood, Be a Hero”