13 January 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Bus Trans Jatim Lewat Kawasan Industri Mojokerto–Sidoarjo Resmi Beroperasi

60 / 100 SEO Score

bus trans jatim

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan layanan Bus Trans Jatim Koridor VI yang menghubungkan Mojokerto dan Sidoarjo melalui Kawasan Industri Ngoro.

Peresmian berlangsung di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (26/5/2025), sebagai wujud nyata respons pemerintah atas aspirasi para pekerja industri yang mendambakan akses transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa transportasi publik adalah tulang punggung pembangunan wilayah. Hadirnya Koridor VI Trans Jatim, yang diberi nama “Patih Gajah Mada”, diharapkan tak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Mojokerto, Sidoarjo, dan kawasan sekitarnya.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami melalui program Jatim Akses dalam visi besar Nawa Bhakti Satya, untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif dan berkualitas,” ujar Khofifah.

Sebanyak 14 armada disiapkan untuk melayani rute ini, dengan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Rute ini menghubungkan Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Porong Sidoarjo, dan melewati titik-titik penting seperti perumahan padat, pasar tradisional, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kawasan industri.

Tarifnya terjangkau Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 bagi pelajar serta santri. Menariknya, layanan ini digratiskan selama masa promosi, mulai 27 Mei hingga 2 Juni 2025.

Khofifah menyebutkan bahwa hingga akhir 2024, lima koridor Trans Jatim telah melayani lebih dari 4,7 juta penumpang dan menyumbang pendapatan Rp 20,4 miliar ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia optimistis Koridor VI akan semakin memperluas jangkauan layanan dan efisiensi sistem transportasi publik di Jatim.

“Sistem transportasi yang terintegrasi akan mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal hanya karena akses transportasi yang terbatas,” tegasnya.

Untuk itu, Pemprov mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk berkolaborasi menghadirkan angkutan penghubung atau feeder dari kawasan yang belum terjangkau layanan Trans Jatim.

Khofifah berharap kehadiran Koridor VI dapat membentuk budaya baru masyarakat Jawa Timur untuk lebih memilih transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi, sekaligus menjadi solusi jangka panjang mengatasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Ayo rek, mari wujudkan Jawa Timur yang terhubung, produktif, dan sejahtera melalui layanan transportasi publik yang aman, nyaman, murah, dan modern,” pungkasnya.

Sementara Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra turut mengapresiasi langkah konkret Pemprov Jatim. Ia menyebut layanan Trans Jatim sebagai urat nadi baru bagi perekonomian daerah, terutama karena rutenya menjangkau pusat-pusat kegiatan produktif warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur atas langkah nyata yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mojokerto,” ujar Gus Barra. info/red

60 / 100 SEO Score