3 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPS Gelar Workshop Sensus Pertanian bagi Awak Media

9 / 100 SEO Score

Malang,pustakalewi.com – Sensus Pertanian 2023 (ST2023) sudah di depan mata. Kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 

“ST merupakan satu dari tiga sensus yang dilaksanakan oleh BPS sebagai lembaga penyedia statistik dasar di Indonesia. ST2023 merupakan Sensus Pertanian ketujuh sejak dilaksanakannya pada tahun 1963.”jelas Kepala BPS Jawa Timur Dadang Hardiwan, saat membuka Workshop Wartawan dalam rangka Publisitas ST 2023 dengan tema “Pemantapan Strategi Publisitas Sensus Pertanian 2023 di kabupaten/kota dan Teknik Videografi”, Selasa, (13/12/2022).

Dadang mengungkapkan, ST2023 dilakukan untuk mengakomodasi variabel yang dibutuhkan untuk kelengkapan data pertanian yang berkembang sangat dinamis, menjawab kebutuhan data baik di level nasional maupun internasional, dan dirancang untuk memperoleh hasil yang berstandar internasional dengan mengacu pada program Food and Agricultural Organization (FAO) yang dikenal dengan World Programme for the Cencus of Agriculture (WCA).

Pelaksanaan ST2023 di seluruh wilayah Indonesia, baik perkotaan maupun perdesaan pada 1-31 Mei 2023 akan menggunakan informasi awal dari Daftar Preprinted hasil Sensus Penduduk 2020, data Kementan, KKP, KLHK, dan sumber lainnya. 

Terdapat tiga moda pendataan yang digunakan dalam ST2023 adalah Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). Cakupan subsektor yang dicatat dalam ST2023, terdiri dari subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian. Unit usaha pertanian ST2023 yang akan didata mencakup Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Usaha Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

“Data hasil ST2023 dipersiapkan untuk menjawab isu global dan tantangan nasional.”ujarnya.

Sementara itu, menyinggung peran kehumasan dalam publisitas ST2023, Dadang menambahkan, publisitas menjadi wujud transparansi dan penjelasan sekaligus meningkatkan partisipasi semua pihak dalam ST2023.

Ketua Tim AGRO BPS Jatim Ahmad Junaedi menyampaikan bahwa Publisitas ST2023 tidak hanya dilakukan oleh BPS, tetapi juga oleh Kementerian/Lembaga lain yang terkait dengan pengumpulan, pengolahan, dan diseminasi data hasil pendataan ST2023. 

 Penyebarluasan informasi tentang Sensus Pertanian 2023 dengan menggunakan narasi maupun materi publisitas yang telah disiapkan Humas BPS. 

Dukungan sosialisasi Sensus Pertanian 2023 di media massa dan melalui kanal-kanal komunikasi yang dimiliki instansi pemerintah dan asosiasi (media luar ruang, website, media sosial, melalui WAG yang dimiliki, serta media lainnya). 

“Bagi para pelaku usaha pertanian, berpartisipasi aktif dalam Sensus Pertanian 2023 dengan menerima kedatangan petugas dan menjawab pertanyaan petugas dengan benar. Dan diharapkan menjadi agen sosialisasi di lingkungan terdekat.”Ujarnya.

info/red

9 / 100 SEO Score