
Surabaya – Kinerja penjualan eceran di Jawa Timur menunjukkan tren yang semakin kuat memasuki Maret 2026. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur pada 20 April 2026, aktivitas konsumsi masyarakat tercatat meningkat signifikan, baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2026 diproyeksikan mencapai 525,2, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 13,6 persen. Angka ini sedikit melampaui capaian Februari 2026 yang tumbuh 13,2 persen secara tahunan. Dari sisi bulanan, lonjakan juga terlihat jelas, dengan pertumbuhan mencapai 8,4 persen, meningkat tajam dari Februari yang hanya tumbuh 4,2 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menjelaskan bahwa penguatan ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Permintaan terhadap suku cadang dan aksesori kendaraan serta produk sandang menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
“Selain itu, sektor bahan bakar kendaraan bermotor mulai menunjukkan perbaikan meski belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta barang budaya dan rekreasi tetap mencatatkan kinerja positif, mencerminkan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama periode Ramadan,” beber dia.
Meski demikian, tidak semua sektor bergerak sejalan. Penjualan pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya masih mengalami kontraksi yang cukup dalam, sehingga menahan laju pertumbuhan secara keseluruhan.
“Sebelumnya, kinerja Februari 2026 juga menunjukkan hasil yang solid. IPR tercatat sebesar 484,3 atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan, meningkat dari Januari yang tumbuh 10,9 persen. Secara bulanan, penjualan berhasil bangkit dengan pertumbuhan 4,2 persen setelah sempat terkontraksi 4,9 persen pada Januari,” tegasnya.
Peningkatan tersebut dipicu oleh sejumlah momentum musiman, seperti perayaan Tahun Baru Imlek, periode cuti bersama, hingga awal Ramadan yang diwarnai berbagai program diskon dari pelaku usaha.
“Ke depan, optimisme masih terjaga. Responden survei memperkirakan penjualan eceran akan tetap tumbuh dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk Mei 2026 diperkirakan berada di level 143,9, sementara Agustus 2026 mencapai 167,1. Momentum Idul adha serta peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diyakini akan terus mendorong konsumsi domestik,” ucap Ibrahim.
Namun demikian, Bank Indonesia Jawa Timur mengingatkan adanya potensi risiko eksternal. Ketidakpastian global, khususnya terkait meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga energi dan berdampak pada daya beli masyarakat.
“Dengan berbagai dinamika tersebut, stabilitas konsumsi domestik tetap menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah ke depan,” pungkas dia. info/red

Berita Lainnya
Bank Mandiri Berhasil Bukukan Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026
BEI Mulai Implementasikan Liquidity Provider Saham
Bank Jatim Kerjasama Bareng KAI Wisata Perkuat Layanan Nasabah Prioritas