11 June 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BI Jatim Bersinergi Dengan Epitu Kembangkan Pertanian di Garut Sebagai Wisata Pertanian

60 / 100 SEO Score

IMG 20260214 WA0045 copy 816x612

Garut – Berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, wilayah Kabupaten Garut, Agrowisata Eptilu merupakan destinasi agrowisata seluas lebih dari ±5 hektare yang memadukan kebun produksi hortikultura, wisata edukasi, kuliner, dan inovasi pertanian modern. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari pusat kota dengan waktu tempuh 45–50 menit.

Garut sendiri memiliki luas wilayah sekitar 306.519 hektare (data Pemprov Jabar), sehingga sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Keberadaan Eptilu menjadi contoh nyata bagaimana potensi pertanian daerah dapat dikembangkan menjadi pusat inovasi sekaligus destinasi wisata.

Berlokasi dekat jalur pendakian Gunung Cikuray (2.821 mdpl), kawasan Eptilu memiliki udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam indah. Faktor ini meningkatkan nilai wisata sekaligus ekonomi

Tokoh di balik berkembangnya Eptilu adalah Rizal Fahreza, seorang petani milenial nasional sekaligus alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 2009. Ia dikenal aktif mempromosikan pertanian modern dan sering mendapatkan penghargaan sebagai inovator pertanian muda.

Rizal memulai Eptilu sebagai kebun edukasi sederhana. Namun seiring waktu, ia mengembangkan konsep pertanian terintegrasi berbasis teknologi (smart farming) yang memungkinkan pengelolaan lahan dilakukan dengan sistem kontrol digital. Ia juga memberikan pendampingan gratis bagi masyarakat sekitar agar petani lokal mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan.

Eptilu bukan sekadar kebun wisata, tetapi juga laboratorium pertanian modern. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain:

Smart farming system: pengaturan irigasi, nutrisi, dan kondisi tanaman melalui teknologi sensor dan aplikasi.

Greenhouse rekayasa iklim: memungkinkan produksi tanaman hortikultura sepanjang tahun tanpa terganggu cuaca.

Nursery pembibitan unggul: khususnya untuk cabai dan varietas jeruk unggulan dari berbagai daerah.

Pengolahan pascapanen: tersedia fasilitas produksi olahan pertanian seperti makanan berbahan jeruk.

Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kualitas hasil pertanian sehingga lebih kompetitif di pasar.

“Peran mitra sangat penting salah satu mitra kami adalah Bank Indonesia yang memberikan dukungan investasi sarana dengan teknologi tinggi hampir setara dengan negara yang memiliki pertanian dengan teknologi yang sudah maju,” jelas Rizal Fahreza kepada rekan media dari Bank Indonesia KPW Jawa Timur saat berkunjung, Jumat (13/2).

Daya tarik utama Eptilu adalah pengalaman langsung bagi pengunjung untuk belajar pertanian seperti:

Petik jeruk langsung di kebun – wisatawan memilih buah matang dan memetik sendiri.

Panen sayur – tersedia kebun tomat dan cabai yang bisa dipanen.

Edukasi budidaya – belajar cara menanam, merawat, memupuk, dan memanen tanaman.

Produk olahan jeruk – seperti pie susu jeruk dan dodol susu.

Kuliner tradisional Sunda – termasuk nasi liwet lengkap dengan lalapan segar dari kebun.

Program edukasi ini sering menjadi tujuan field trip sekolah karena memberikan pembelajaran nyata tentang asal makanan dan proses produksi pertanian. Info/red

60 / 100 SEO Score