22 May 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Bantu Komunitas Dusun Turi Tulungagung, Tim Dosen PCU Buat Mesin Chopper Pakan Ternak Ramah Lingkungan

Surabaya – Pengabdian Masyarakat tim dosen Faculty of Industrial Technology PCU (Petra Christian University) yang didanai oleh Australia Awards in Indonesia membuat inovasi Chopper bertenaga Surya bagi komunitas peternak Sapi dan Kambing di Dusun Turi, Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.

Lima dosen dari Faculty of Industrial Technology PCU (Petra Christian University) saling kolaborasi melakukan Pengabdian Masyarakat di Dusun Turi, Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Mereka membuat inovasi berupa Chopper bertenaga Surya bagi komunitas peternak Sapi dan Kambing yang ada di sana.

“Pakan ternak yang tercacah halus merupakan kebutuhan dasar dari peternak Sapi dan Kambing dalam menjaga kualitas ternak dan produksinya. Dusun Turi ini berpotensi tinggi dan merupakan produsen susu sapi nomer 3 tertinggi di Jawa Timur. Sayang bila kebutuhan dasar tersebut tidak bisa dipenuhi. Sementara itu pada saat yang sama, peternak juga mengalami kendala supply listrik yang besar. Oleh karena itu, kami memberikan solusi mesin chopper bertenaga surya yang sesuai kebutuhan,” tambah Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, perwakilan tim saat diwawancarai.

Pengabdian Masyarakat yang mendapatkan hibah dari Australian Government melalui Australia Awards in Indonesia tersebut berhasil mendapatkan dana sebanyak Rp100,000,000.

Tim ini terdiri dari Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, S.T., M.Phil. (Mechanical Engineering Department), Prof. Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka, M.Sc., PhD. (Electrical Engineering), Ir. Joni Dewanto, M.T. (Mechanical Engineering Department), Dr. Ing. Indar Sugiarto, S.T., M.Sc. (Electrical Engineering), dan Iwan Halim Sahputra, S.T., M.Sc., PhD. (Industrial Engineering Department).

Fungsi chopper yang menggunakan energi surya ini bisa melakukan produksi rata-rata selama 4 jam dalam sehari, dengan kapasitas mencacah mencapai 200 kilogram/ jamnya.

“Jadi para peternak bisa mengolah pakan yang sudah menjadi cacahan halus tersebut yang dicampur dengan prebiotik. Kemudian menyimpannya agar dapat dikonsumsi saat musim kemarau. Sehingga para peternak tidak akan kekurangan stok pakan ternak pada musim panas,” tambah Hariyo.

Selain itu, kelebihan mesin chopper ini ialah tidak bergantung pada supply listrik PLN. Hariyo menambahkan, peternak dapat langsung menggunakan energi surya dari matahari, bahkan baterai bisa di-charge secara otomatis. Konstruksi mesinnya juga sederhana dan kuat sehingga mudah dalam perawatan.

Motor listrik chopper diperlengkapi dengan pengatur kecepatan putaran motor yang bisa mengatasi lonjakan arus listrik di awal pengoperasian. Bahkan pengatur kecepatan putaran motor juga bisa diatur frekuensinya. Dalam praktisnya, peternak tinggal menyalakan tombol ON-OFF saja dalam mengoperasikan chopper tanpa perlu melakukan setting pada pengatur kecepatan putaran motor.

Proses pengerjaan mesin chopper yang menghabiskan waktu kurang lebih delapan bulan ini dimulai sejak bulan November 2022 hingga Juli 2023. Pengerjaan dalam mengatasi lonjakan arus awal pengoperasian dan modifikasi motor listrik pun dilakukan di laboratorium Manufaktur dari Mechanical Engineering Department dengan melibatkan beberapa tenaga kependidikan PCU juga.

“Selain itu, untuk mengatasi terjadinya lilitan pakan ternak pada poros pemotong saat pencacahan, jarak antara pisau pemotong dengan bantalan juga diperlengkapi dengan hub untuk pencegah lilitan pakan pada poros pemotong,” tambah Hariyo.

Keunggulan mesin chopper yang memiliki kapasitas maksimum daya penggerak 2,027 PS-Pferde Stärke (Horse Power) dengan 3phase, 2850 rpm (rotation per minute) ini berbasis IoT (Internet of Things). “Jadi energi listrik yang dihasilkan dari panel surya maupun energi listrik yang digunakan oleh mesin pemotong rumput dapat dipantau dari jauh lewat Internet menggunakan aplikasi mobile di ponsel atau komputer,” tambah Hariyo.

Lebih lanjut, Indar, salah satu anggota tim, menambahkan bahwa untuk ke depannya mesin dengan teknik berbasis kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan predictive maintenance ini penting untuk menghindari kerusakan mesin dalam jangka panjang. Jadi tim dosen PCU tetap bisa membantu, dengan cara menganalisa kapan saatnya mesin harus diperbaiki. Jadi mesin yang memanfaatkan energi terbarukan ini tak hanya memanfaatkan IoT tetapi AI juga. Untuk pengembangan konstruksi bagian pencacah, tim dosen PCU juga bisa mendampingi desain mekaniknya.

Alat diserahkan langsung kepada peternak Sapi dan Kambing di Dusun Turi, Kabupaten Tulungagung pada tanggal 24 September 2023. Mulai pukul 13.00 WIB dilakukan pemaparan cara kerja chopper secara sederhana pada kepala dusun, koordinator peternak, dan para peternak. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan perawatannya kepada para peternak.

Sementara itu, salah satu peternak yang ditemui mengaku sangat bahagia dengan pemberian mesin ini. “Kalau menurut saya, adanya mesin chopper ini sangat membantu karena di sini kebanyakan rumputnya keras. Dengan adanya chopper ini maka pakan bisa lebih halus hasilnya. Jadi bermanfaat untuk ternaknya, karena makanan yang diberikan lebih mudah untuk dicerna,” tambah Seno. Info/red