
Hong Kong – Salah satu provinsi di Tiongkok, Zhejiang, bersiap untuk menertibkan keberadaan salib yang ada di berbagai ruang publik di kota-kota wilayahnya. Banyaknya ornamen dan bangunan salib yang terutama di berbagai bangunan gereja dan tempat ibadah di berbagai ruang publik dinilai otoritas setempat perlu untuk ditertibkan melalui sebuah regulasi.
Seperti yang dikutip oleh New York Times, sebuah rancangan peraturan sudah disiapkan minggu ini dan isinya nanti akan melarang keberadaan salib-salib yang tidak mendapat izin oleh otoritas setempat.
Dari rancangan peraturan yang sebagian sudah tersebar di masyarakat tersebut, tampak otoritas setempat ingin menetapkan peraturan yang ketat terhadap hal ini. Misalnya klausul tentang posisi pemasangan salib yang harus diposisikan di depan bangunan, bukan diletakkan di atasnya. Salib itu juga harus menyatu dnegan bangunan, bukan merupakan bangunan sendiri yang terpisah dari bangunan utama. Ukurannya pun akan diatur supaya tidak melebihi proporsi bangunan utamanya.
Regulasi yang ketat terhadap Kekristenan ini nampaknya merupakan reaksi terhadap semakin banyaknya pengaruh Kekristenan, terutama pertambahan umat Kristen di wilayah tesebut.
New York Times menyebutkan di salah satu kota besar di provinsi Zhejiang, Wenzhou, merupakan salah satu tempat yang dijuluki “Yerusalem-nya Tiongkok” karena banyaknya pemeluk Kristen di sana. (Santo)
Sumber: The New York Times
Foto: AP

Berita Lainnya
YHS Leadership Conference 2026 Perkuat Kepemimpinan Berkarakter Kristus
Xavi Hernandez Resmi Latih Kesebelasan Belanda, Era Baru Oranje Dimulai
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa