29 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Resmi Berakhir Amerika Serikat Jadi Juara Umum Olimpiade Tokyo 2020

10 / 100 SEO Score
penutupan olimpiade

Tokyo – Pesta olahraga multievent empat tahunan, Olimpiade Tokyo 2020 berakhir dan ditutup dengan seremoni yang digelar di Stadion Olympic, Minggu (8/8/2021). Ajang yang digelar sejak 23 Juli itu akhirnya memastikan Kontingen Amerika Serikat (AS) menjadi juara umum dengan torehan total 113 medali dengan rincian 39 emas, 41 perak dan 33 perunggu.

AS hanya unggul satu medali emas dari Tiongkok yang meraih 38 emas, 32 perak dan 18 medali perak. Tuan rumah Jepang berada di peringkat ketiga dengan 27 emas, 14 perak dan 17 perunggu.

Keberhasilan AS menjadi juara umum setelah merebut tiga emas dari bola voli putri, basket putri, serta balap sepeda di hari terakhir.

“Kami sangat senang dengan penampilan Tim USA di Olimpiade Tokyo dan sangat bangga dengan cara mereka membawa diri mereka sendiri. Sukses kami di sini akan masuk dalam salah satu buku sejarah,” ujar Susanne Lyons, ketua USOPC.

Bagi sebagian orang, mengejar kejayaan Olimpiade memiliki kompleksitas dan makna yang lebih besar, karena Olimpiade berlangsung tanpa penggemar di bawah kondisi yang terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Lalu bagaimana dengan kontingen Indonesia?

Kontingen Merah-Putih harus puas menempati peringkat 55 dengan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Medali emas diraih cabang bulutangkis di nomor ganda putri melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Lalu 1 perak diraih lifter Eko Yuli Irawan di cabang angkat besi. Sedangkan 3 perunggu masing-masing diraih Anthony Sinisuka Ginting (bulutangkis), Erwin Abdullah (angkat besi), dam WIndy Cantika Aisah (angkat besi).

Olimpiade Tokyo 2020 banyak diwarnai kejadian-kejadian menarik. Ada skandal doping yang melibatkan pesenam Ukraina, Oleh Vernyaev yang positif untuk meldonium. Juga, atlet triatlon Ukraina Yulia Yelistratova diskors dari partisipasi dalam Olimpiade 2020 di Tokyo lantaran Komite Anti-Doping menemukan erythropoietin di tubuhnya.

Selanjutnya, otoritas yang lebih tinggi menangguhkan tiga atlet Ukraina untuk berpartisipasi dalam Olimpiade karena jumlah tes doping yang tidak mencukupi.

Lalu, kejadian diusirnya atlet Belarusia, Kristina Timanovskaya oleh kontingennya dari Tokyo. Krtistina segera membeli tiket dan membawa barang-barangnya ke bandara.

Menurut perwakilan Dana Solidaritas Olahraga Belarusia, pelari tersebut telah mengajukan permohonan suaka politik di Polandia.

10 / 100 SEO Score