
Di tengah era digital ini, kemampuan mengelola media sosial dalam rangka membangun citra yang positif dan menarik menjadi salah satu hal kunci bagi pengusaha UMKM lokal untuk memperluas sayap penjualan. Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya hadir untuk menambah wawasan tentang bagaimana mengelolah social media dalam kegiatan “Pelatihan dan Sosialissasi Social Media Branding”.
Kegiatan yang dibawahi oleh subkelompok 5 R24 ini dilaksanakan pada tanggal 13 – 14 Juli 2026 dengan menggandeng usaha lokal rumah sablon “Home Tex” dan bertujuan untuk meningkatkan akan pentingnya menanamkan skill dasar sosial media branding agar pelaku usaha bisnis kreatif bisa merasakan lonjakan penjualan produknya. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada teori branding media sosial, tetapi juga memberikan kesempatan langsung untuk berpraktik bagaimana mengelolah dan bertahan hidup di dunia digital.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin berkembang, kehadiran ruang digital menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha dengan calon pelanggan tanpa batas jarak dan masa. Oleh karena itu, mahasiswa KKN membantu menghadirkan solusi melalui pengelolaan platform digital, mulai dari pembuatan akun media sosial, penyusunan strategi konten, hingga mendampingi bagaimana membuat Caption yang baik dan menarik di mata warga internet.
Potensi besar yang belum tergarap secara optimal tersebut menjadi dasar bagi kelompok mahasiswa KKN untuk menginisiasi program kerja pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengenalan dan pendampingan strategi digital branding. Kesenjangan pemahaman teknologi dan daya jual komoditas sablon lokal yang masih rendah mendorong langkah solutif ini sebagai upaya menjembatani sekaligus mendongkrak kedua aspek tersebut.
Program kerja ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur guna memastikan materi dapat diserap dengan baik oleh para pelaku usaha. Tahap pertama diawali dengan sosialisasi pentingnya membangun identitas visual (Brand Identity). Mahasiswa memandu para perajin untuk merancang logo yang representatif, menentukan skema warna khas, hingga menyusun narasi produk yang kuat agar dapat membedakan usaha mereka dengan para kompetitor di pasar luas.
Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan pelatihan intensif mengenai optimalisasi media sosial populer seperti Instagram dan TikTok sebagai etalase digital. Para pelaku usaha sablon dibekali keterampilan praktis, mulai dari teknik pengambilan foto produk (product photography) menggunakan pencahayaan sederhana, pengeditan visual melalui aplikasi Canva, hingga strategi penyusunan takarir (caption) yang persuasif untuk menarik perhatian calon konsumen di luar daerah.
Tanggapan dari para pelaku usaha sablon terhadap program ini sangat positif dan penuh antusiasme. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memberikan dampak instan yang nyata, mengingat selama ini keterbatasan waktu dan kurangnya literasi digital menjadi hambatan utama mereka untuk mulai merambah ke pasar online.
Dengan adanya kolaborasi yang erat antara mahasiswa KKN dan warga pelaku usaha, diharapkan para pengrajin sablon setempat mampu secara mandiri mengelola ekosistem digitalnya. Langkah ini ditargetkan tidak hanya meningkatkan volume pemesanan dalam jangka pendek, melainkan juga membangun fondasi bisnis yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan demi menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara lebih luas.
Penulis: Hendy Natanael Atmaja
Dosen Pembimbing Lapangan: Daffa Dwi Sri Diyanti. S.Psi., M.Psi., Psikolog

Berita Lainnya
Oven Pengering Kerupuk Bawang Karya Mahasiswa Untag Surabaya Tingkatkan Kualitas Produksi
Mas Dhito Siap Kawal Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri
Mahasiswa Untag Surabaya Bantu Masyarakat Olah Sampah Organik