28 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Bupati Dhito Turun Langsung Jenguk Pasien Terduga Keracunan MBG di RS Simpang Lima Gumul Kediri

61 / 100 SEO Score

Mas Dhito Tengok Korban MBG

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito turun langsung menjenguk siswa korban dugaan keracunan makanan program MBG yang dirawat di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (28/4).

Dalam kunjungan tersebut, bupati memastikan kondisi pasien mulai membaik meski sebagian masih harus menjalani perawatan intensif.

Dhito menyampaikan, total ada enam pasien yang sempat mendapatkan penanganan medis.

Dari jumlah tersebut, satu pasien sudah diperbolehkan rawat jalan, sementara lima lainnya masih dirawat karena kondisi tertentu.

“Enam pasien, satu sudah rawat jalan. Lima masih dirawat karena leukositnya masih tinggi, artinya ada infeksi,” ujarnya usai mengunjungi para pasien.

Ia menjelaskan, kondisi pasien saat ini berangsur membaik. Bahkan, dalam satu hingga dua hari ke depan, pasien diperkirakan sudah bisa dipulangkan jika kondisi terus stabil.

“Insyaallah satu-dua hari ini bisa pulang,” imbuhnya.

Dalam dialog dengan Direktur RSUD SRLg dr Tony Widyanto, Dhito juga mendapat laporan bahwa sebagian besar pasien mengalami muntah hebat saat awal kejadian.

Bahkan, ada yang sampai muntah hingga hanya mengeluarkan lendir. Kondisi tersebut diperparah dengan daya tahan tubuh beberapa anak yang memang sedang tidak fit.

“Hampir rata-rata muntahnya sampai lendir. Memang ada juga yang kondisi fisiknya belum fit,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Kediri telah mengirimkan sampel makanan untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Selain itu, operasional SPPG juga langsung dihentikan sementara.

“Kita sudah kirim sampel makanan untuk uji lab. SPPG kita suspen sementara sambil menunggu hasilnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, keputusan lanjutan terkait operasional SPPG akan ditentukan berdasarkan hasil uji laboratorium.

Jika ditemukan kandungan berbahaya, maka operasional tidak akan diizinkan kembali. “Kalau hasil lab menunjukkan ada kandungan yang tidak baik, SPPG belum boleh beroperasi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, enam siswa dari yayasan Atta’awun, Tugurejo, Ngasem keracunan diduga usai memakan MBG. Gejalanya beragam, mulai dari mual, muntah dan diare.

Akibatnya, mereka harus dirawat di RSUD SLG. Sementara itu, pemkab juga menutup sementara SPPG Tugurejo sembari menunggu hasil uji lab keluar. infi/red

61 / 100 SEO Score