2 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mahasiswa Asing dari Berbagi Negara Belajar Budaya Indonesia di YPPI Schools Surabaya

56 / 100 SEO Score

belajar budaya

Surabaya – YPPI Schools Surabaya kembali mencuri perhatian dunia internasional dengan menyambut puluhan mahasiswa dan dosen asing dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025 yang digelar oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan YPPI Schools.

Acara yang berlangsung di kompleks YPPI Schools, Jl. Sutorejo Utara, Surabaya pada Senin (08/09/2025) menghadirkan pengalaman budaya otentik Indonesia melalui musik, tarian, kuliner, hingga permainan tradisional.

Kemeriahan acara dibuka dengan Tari Remo, tarian penyambutan khas Jawa Timur yang penuh makna, dibawakan oleh siswa SD YPPI IV. Para tamu asing tampak antusias dan kagum melihat gerakan dinamis serta ekspresi mendalam para penari cilik dengan balutan busana tradisional.

Penampilan seni lainnya juga disuguhkan, mulai dari permainan pianika siswa TK YPPI, Tari Kendang oleh siswa SD YPPI V, hingga Tari Jaranan dari siswa SMP YPPI 3.

Dalam sesi eksplorasi musik, para mahasiswa dan dosen asing diajak langsung memainkan gamelan dan angklung. Kedua alat musik khas Nusantara ini mengajarkan filosofi kebersamaan dan keharmonisan. Dengan bimbingan siswa YPPI, para peserta belajar menyesuaikan nada dan tempo hingga tercipta harmoni unik.

Kegiatan paling ditunggu adalah demo kuliner tradisional. Peserta berkesempatan membuat klepon jajanan pasar berbentuk bulat hijau dengan isian gula merah cair dan taburan kelapa parut. Mulai dari menggulung adonan, mengisi gula merah, merebus, hingga menikmati hasilnya, semua dilakukan dengan penuh tawa dan semangat kebersamaan.

Sebagai welcome drink, YPPI Schools menyajikan teh telang berpadu lemon, memberikan pengalaman rasa yang khas sekaligus menyegarkan.

Suasana makin hangat ketika peserta diperkenalkan dengan permainan masa kecil khas Indonesia seperti engkle (engklek), dakon, bekel, dan lompat tali. Interaksi ini menciptakan keceriaan sekaligus memperlihatkan nilai kebersamaan dan kegembiraan budaya lokal.

Pujiati, S.M., Kepala Divisi Operasional YPPI, menegaskan pentingnya pengalaman budaya yang langsung dirasakan.

“Kami percaya bahwa memahami budaya tidak cukup hanya dari buku. Harus dirasakan, dicicipi, dan dialami langsung,” ujarnya.

Rony Purwantoro, Kepala SMP YPPI-3, menjelaskan bahwa kerja sama YPPI dengan ITS dalam program CommTECH sudah berlangsung sejak 2014.

“Setelah sempat vakum, kini kegiatan ini kembali dengan nuansa baru yang lebih interaktif. Kami ingin anak-anak belajar kolaborasi nyata di luar ruang kelas,” katanya.

Wina Ayu Trisnawati, S.P., S.Pd., Kepala SD YPPI IV, juga menyoroti antusiasme peserta didik dan orang tua.

“Mahasiswa asing saja mau belajar budaya kita. Maka sudah seharusnya anak-anak kita menjaga dan mengembangkannya lebih baik lagi,” jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, YPPI Schools membuktikan bahwa budaya Indonesia bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dibagikan. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antarbangsa, mempererat hubungan melalui pemahaman budaya yang tulus, menyenangkan, dan penuh makna. Info/red

56 / 100 SEO Score