
Surabaya – Wali Kota Eri Cahyadi menyebut penataan parkir di Jalan Tunjungan untuk mengatasi kemacetan merupakan usulan dari warga Surabaya. Hasilnya, Pemkot melarang parkir di Tepi Jalan Umum (TPU) dan lalu lintas lebih lancar.
Pengunjung diimbau untuk memarkir kendaraan di sejumlah kantong parkir alternatif, seperti di UPTSA Siola, Tunjungan Electronic Center (TEC), Jalan Tanjung Anom, Genteng Besar, dan Kenari.
“Masyarakat justru menyambut positif. Banyak yang menyampaikan lewat aplikasi Wargaku, agar parkir di tepi Jalan Tunjungan tidak diaktifkan lagi,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (24/7/2025).
Tanpa deretan kendaraan parkir, suasana Jalan Tunjungan kini lebih tertib dan lapang. Pengunjung bisa menikmati suasana malam kota sambil berjalan kaki dan kulineran dengan lebih leluasa.
Eri menyebut kondisi ini jauh berbeda dibanding sebelumnya, ketika kendaraan yang parkir sembarangan kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada malam akhir pekan.
“Dulu karena tenant masih sedikit, parkir di tepi jalan masih bisa ditoleransi. Tapi sekarang sudah ramai. Kalau tidak ditata, akan mengganggu masyarakat yang ingin menikmati Jalan Tunjungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peningkatan kunjungan ke kawasan tersebut, terutama pada jam-jam malam dan akhir pekan, yang kian padat oleh wisatawan maupun warga lokal.
Meski belum memastikan apakah larangan parkir TJU ini akan permanen, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas penunjang. Termasuk di antaranya perbaikan jembatan penyeberangan, lampu penerangan, serta penambahan kantong parkir yang lebih terintegrasi.
“Keputusan permanen atau tidak akan dikaji bersama Polrestabes. Tapi yang jelas, kenyamanan pejalan kaki adalah prioritas kami,” pungaks mantan Kepala Bappeko Surabaya ini. Info/red

Berita Lainnya
JW Marriott Surabaya Rayakan Warisan Kuliner Nusantara Bersama Chef Theo Nusadrasa
Nikmati Diskon 20% Menginap Nyaman di fave hotel Graha Agung Surabaya
Jelang Long Weekend, Volume Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Meningkat Tajam