
Komunikasi Pariwisata bukan sekadar menyebarkan brosur atau pamflet wisata. Lebih dari itu, kegiatan ini mencakup pembagian informasi mendalam tentang budaya, agama, tradisi, hingga keindahan alam suatu destinasi. Hal ini menjadi fokus mata kuliah Komunikasi Pariwisata yang dibawah naungan oleh Wulansari Widiyanto di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya. Para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prodi Ilmu Komunikasi, dibekali kemampuan menyampaikan informasi kepada wisatawan secara efektif, termasuk melalui strategi branding di dunia digital seperti Instagram dan TikTok.
Mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), prodi Ilmu Komunikasi, mempelajari bagaimana menyampaikan informasi kepada wisatawan dengan baik. Salah satunya adalah bagaimana melakukan branding ke publik di dunia digital, baik Instagram maupun TikTok pada tahun 2026, di dunia zaman sekarang.
Branding adalah salah satu teknik komunikasi. Branding bertujuan menunjukkan destinasi wisata budaya yang berbeda dengan yang lain, walaupun sama-sama wisata budaya, contohnya di Bali dengan Yogyakarta. Wisatawan melakukan survei tempat wisata dengan melihat media sosial atau Google sebagai informasi. Itulah kepentingan dari branding di dunia digital.
Ada sebuah program yang pernah melakukan penelitian di bidang wisata ialah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ASRI diteliti oleh UINSA pada tahun 2020. ASRI merupakan rencana resmi dari pemerintahan yang akan digunakan pada tahun 2026. ASRI bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan Indonesia, baik dalam negeri maupun luar negeri. Program ASRI mementingkan pembentukan citra terhadap keaslian dan kelestarian alam yang nyaman dan terawat, serta keunikan tersendiri dibandingkan dengan yang lain. Program ASRI juga memfokuskan pada kebersihan dengan pengolahan sampah dan penataan lingkungan secara serasi.
Sebagai konten branding digital, hal ini dapat dilakukan dengan cara yang menarik namun informatif berupa video pendek tentang wisata bahari Jawa Timur, seperti Gunung Bromo, Kota Tua, Pantai pink (Tangsi), Gunung Ijen, dan lain-lain. Konten tersebut dapat dikemas dengan narasi menarik, lagu terkini, dan informasi praktis seperti rute, biaya masuk, serta waktu terbaik untuk berkunjung. Strategi branding konten di kalangan pemuda sangat efektif.
Dengan demikian, penguasaan komunikasi pariwisata digital menjadi bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya. Kolaborasi antara dosen pengampu Wulansari Widiyanto dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan konten-konten kreatif yang mempromosikan keindahan Jawa Timur di Instagram maupun TikTok. Di era tahun 2026, branding digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pariwisata Indonesia semakin dikenal dunia.
Penulis:
Pramodya B C
Nim 1152300224

Berita Lainnya
Sudut Kamera Eagle Eye dan Frog Eye Perkuat Konflik Ibu-Anak di Film Na Willa
Meragukan MBG dan Satu Juta Rumah sebagai Penggerak Pertumbuhan 8 Persen
Kata Adalah Senjata