15 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dinkes Imbau Warga Surabaya Waspadai Kasus Demam Berdarah

5 / 100 SEO Score
PROPERTI SURABAYA BARAT

Pustakalewi.com – Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengimbau warga di Kota Pahlawan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit tersebut biasanya terjadi di musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, imbauan kewaspadaan terhadap penyakit DBD telah disampaikan Pemkot Surabaya kepada lurah dan camat melalui surat edaran (SE) untuk diteruskan ke masyarakat.

”Ini dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (P2P-DBD) di Kota Surabaya, kami sampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi peningkatan kasus DBD yang biasanya terjadi pada musim hujan,” kata Nanik.

Hal itu, lanjut dia, mengingat adanya kenaikan kasus pada 2022 dibanding 2021. Selain itu, masih ada wilayah dengan capaian angka bebas jentik (ABJ) riil kurang dari 95 persen. Dinkes Surabaya juga meminta lurah dan camat menggerakkan masyarakat/anggota di masing-masing wilayah kerja agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD.

”Diminta melakukan optimalisasi peran Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai koordinator pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni dengan memastikan tidak ada jentik pada tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Sp di masing-masing wilayah kerja,” tutur Nanik.

”Pastikan peran serta masyarakat pada pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk dengan menunjuk juru pemantau jentik (Jumantik) dalam gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan memastikan rumah tinggalnya tidak ditemukan jentik,” tambah dia.

Nanik juga mengimbau, kepada masyarakat untuk memberantas vektor penular penyakit DBD dengan melaksanakan gerakan PSN DBD secara rutin melalui kegiatan 3M plus. yakni menguras dan menyikat bersih bak mandi/kolam air minimal satu minggu sekali.

”Kemudian, menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, tandon, drum dan lain-lain. Dan terakhir adalah memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air,” kata Nanik Sukristina.

Selain itu, dalam surat edaran itu, Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat agar melakukan sejumlah hal lain untuk mencegah penyakit DBD. Di antaranya mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang sejenis setiap satu minggu sekali. Juga, memperbaiki saluran air dan talang yang buntu atau tidak lancar.

”Selanjutnya, menutup lubang-lubang pada potongan bambu atau pohon, dan lain-lain dengan tanah dan sebagainya. Serta, menaburkan bubuk pembunuh jentik larvasida, seperti di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air,” ucap Nanik Sukristina.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah sebagai upaya mencegah DBD. Juga, menghindarkan kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar serta mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai.

Termasuk pula menggunakan kelambu pada saat tidur serta memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, seperti lotion dan obat semprot, katanya.

5 / 100 SEO Score