
Pustakalewi.com – Satu per satu tahapan seleksi panitia pemungutan suara (PPS) Surabaya selesai dilakukan. KPU Surabaya mengumumkan ribuan orang yang lolos ke tahapan interview setelah seleksi tertulis.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Surabaya Subairi mengatakan, yang dinyatakan lolos ke tahapan interview ada 1.045 orang. Dari masing-masing kecamatan jumlah calon PPS-nya berbeda-beda.
Misalnya, Kecamatan Asemrowo dengan Benowo. Dari Kecamatan Asemrowo, calon PPS yang melenggang ke tahapam interview sebanyak 19 orang. Sementara itu, dari Kecamatan Benowo 28 orang.
“Untuk tahap interview dilakukan pada 18-20 Januari 2023. Lokasinya di Kantor KPU Kota Surabaya, Jalan Adityawarman 87,” kata Subairi saat dikonfirmasi.
Adapun materi yang perlu dikuasai oleh calon PPS ketika interview yakni, pengetahuan kepemiluan, komitmen yang mencakup integritas hingga profesionalitas, rekam jejak calon anggota PPS, dan tentang klarifikasi masukan serta tanggapan masyarakat.
Yang menginterview, kata Subairi, para komisioner KPU Surabaya. Masyarakat Surabaya diharapkan dapat memberikan masukan dan tanggapan terhadap rekam jejak calon PPS. Penyampaian dilakukan secara tertulis. KPU Surabaya akan menunggu hingga 23 Januari sebelum PPS dilantik pada 24 Januari.
Masukan dan tanggapan bisa dikirimkan melalui email sdm.kotasurabaya1@gmail.com atau datang langsung ke Kantor KPU Surabaya mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Subairi menyatakan, masyarakat yang mengirimkan masukan dan tanggapan perlu menyantumkan dokumen identitas diri.
Dari angka 1.045 itu, KPU Surabaya akan menyeleksi sesuai kebutuhan. Per kelurahan dibutuhkan tiga orang PPS. Namun, ada tiga orang PPS yang masuk ke dalam daftar cadangan. Total ada 154 kelurahan. “Yang ditetapkan 3 orang PPS per kelurahan lalu 3 orang lainnya cadangan,” tutur Subairi. Info/red

Berita Lainnya
Pemkab dan DPRD Kediri Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Pemkab Kediri salurkan 200 ton benih jagung, Mas Dhito: Dukung ketahanan pangan
Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Buka Beasiswa Berdaya Tahap 2