
Surabaya – 594 orang disabilitas pembuat batik ciprat, diinisiasi Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang, untuk memecahkan rekor MURI dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2022 mendatang.
Kegiatan akan dilaksanakan pada Minggu (2/10/2022) di Alun-Alun Tugu Kota Malang mulai pukul 07.00 WIB.
Selain pemecahan rekor MURI, hasil dari batik ciprat ini juga akan dilelang. Kegiatan batik ciprat juga dalam memperingati HUT ke-77 TNI dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Dandim Kota Malang, Letkol Kav. Heru Wibowo Sofa selaku Ketua Panitia kegiatan melaporkan persiapan penyelenggaraan acara telah mencapai 95 persen.
Hal ini disampaikannya usai mengadakan rapat akhir persiapan bersama seluruh panitia di Kantor Mapolresta Kota Malang, Rabu (28/9/2022).
“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian tiga pilar, Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang. Sebagai wujud respon kita, pengakuan kita kesetaraan dengan rekan-rekan kita para difabel,” ujar Heru.
Walau digelar di Kota Malang, panitia juga menggandeng para difabel dari seluruh Malang Raya dan sekitarnya, seperti Blitar dan Pasuruan untuk berpartisipasi dalam kegiatan.
Para difabel akan melukis batik ciprat di media kain sepanjang 500 meter. Panitia juga akan memfasilitasi kebutuhan transportasi dan akomodasi peserta.
Heru menerangkan bahwa telah digelar tutorial cara membatik ciprat pada hari Minggu (25/9/2022) kemarin kepada para pendamping dan Liaison Officer (LO) di Makodim 0833.
“Ada sekitar 200 orang untuk mengakomodir, mendampingi rekan-rekan difabel melaksanakan membatik ciprat tersebut,” sambungnya.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang, Kodim 0833, Polresta Malang, DPRD Kota Malang, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat (RSJRW). Info/red

Berita Lainnya
inDrive Terapkan Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online, Tegaskan Komitmen terhadap Kesejahteraan Pengemudi
Pasar Ekspor Sepi, HIPKI: Sudah Waktunya Pemerintah Serius Membenahi Tataniaga Kelapa Bulat
Pertamina Catat Konsumen Pertamax Beralih ke Pertalite Capai 10 Persen di Jatim