
Berawal dari skripsi sebagai syarat kelulusan tahun 2018, Aisha Jenar dan Yenni Trisno membuat produk suplemen hewan berbahan dasar spirulina yang tak disangka akan viral di social media Tiktok dan Instagram.
Atas dukungan motivasi dan dorongan oleh seorang guru besar Unair Alm Prof Hj Romziah Sidik PhD, drh Yenni mulai memikirkan keberlanjutan penelitian drh Jenar dengan mengikuti incubator bisnis online sambil membawa prototype produk vitamin hewan berbentuk gummy.
Unair memiliki inkubator bisnis (BPBRIN – Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi) sebagai wadah mahasiswa berkembang dibidangnya dari berbagai jurusan, saat itu keduanya adalah satu-satunya dokter hewan yang bergabung dalam dunia bisnis.
“Mengembangkan produk vitamin hewan ternyata tidak semudah menjualnya,” kata drh Yenni. “Kami kesulitan mendapatkan pasar yang sudah terbiasa dengan vitamin manusia dan bahkan vitamin impor.” Namun seiring berjalannya waktu, kedua dokter hewan VETPICUREAN-brand dari vitamin ini, menyadari bahwa mereka membutuhkan tim yang ada pada level senior management untuk mengembangkan bisnis ini melalui proses edukasi berkelanjutan.
Perubahan yang lebih baik terus dilakukan termasuk meningkatkan formulasi dan uji coba di laboratorium kampus. Terbentuknya tim VETPICUREAN yang saat ini terdiri dari 10 orang membuat keduanya semakin gencar memberikan edukasi bahwa vitamin yang bersifat holistic lebih kaya akan manfaat dan tidak memperberat kerja organ dalam hewan.

Diketahui, bahwa hewan seringkali bermasalah dengan saluran kencing, pencernaan, terutama untuk kucing bahkan heat stroke yang tiba-tiba pada anjing dan kelinci.
“Kita tidak boleh berbisnis dengan hewan,” ujar drh Jenar. Bagi dokter yang membuka praktek di rungkut yakni Ndende Petcare, hewan dan manusia harus hidup berdampingan, ekosistem dan rantai makanan harus dipertahankan dan kesejahteraan hewan adalah yang utama oleh karena itu VETPICUREAN setuju untuk melakukan marketing edukasi di social media.
Tidak puas melalui social media, setelah produk VETPICUREAN viral oleh review banyak influencer di berbagai kota di Indonesia, mereka memberanikan diri hadir dalam IIPE (Indonesia International Pet Expo 2022) yang diselenggarakan di ICE BSD Tangerang City.
Awalnya tidak ada keyakinan dengan langkah ini, namun demi ekspansi edukasi kepada para pet owners VETPICUREAN hadir dengan menggandeng banyak influencer yang mendukung produk ini sejak tahun lalu. Produksi yang biasanya hanya 400 pcs per minggu, demi event Pet terbesar seindonesia, tim VETPICUREAN membawa 600 produk ke acara dan SOLD OUT 3 hari ditambah 400 pesanan Pre Order.

IIPE adalah event expo hewan terbesar se Indonesia yang selalu digalakkan tiap tahun di ICE BSD dimana dalam 3 tahun terakhir vakum semenjak COVID. Hadirnya VETPICUREAN di event ini menjadi momentum penjualan secara offline karena sebelumnya VETPICUREAN hanya menjual produk secara online ke end user dan reseller yang sudah tersebar di Jabodetabek hingga Medan.
Kapasitas produksi yang meningkat juga ikut meningkatkan solidaritas team yang ada pada internal perusahaan start-up ini.
“Jujur tim kami kewalahan saat itu,” kata drh Yenni yang biasa disapa dokyen di social media Tiktok dan Instagram. Ketika tim media menanyakan kepada mereka apa yang menjadi tantangan terbesar saat ini dalam VETPICUREAN ? kedua dokter hewan menjawab, “Tentu scale up produksi menjadi proses otomasi dan menemukan Investor besar yang punya visi misi sama untuk mensejahterakan hewan.”
Tim media mempertanyakan seberapa besar, namun keduanya sambil saling menatap hingga kepala finance perusahaan menjawab, “Yang pasti lebih dari 1.3 M karena kita butuh laboratorium dan office building untuk content creator yang akan kami hire ke depannya.”
VETPICUREAN meyakini bahwa langkahnya saat ini berada pada prinsip kesejahteraan hewan dapat meningkatkan perekonomian banyak pecinta hewan. Terbukti masuknya banyak reseller yang berjualan online dan offline berdatangan setiap minggu sehingga pengaturan harga jual harus dikendalikan agar persaingan menjadi sehat.
“Kembali lagi, kita tidak boleh berbisnis dengan hewan sehingga kami mencari partner kerja yang tepat dan sesuai visi misi perusahaan,” ujar kedua dokter hewan VETPICUREAN sepakat melebarkan sayap di bisnis hewan dalam konsep edukasi baik kepada end user maupun reseller resmi. Info/red

Berita Lainnya
Mahasiswa Kampus Merah Putih Membangun Branding Digital UMKM Teh Kota & Anak Babi
Eksistensi Jajanan Telur Gulung di Kawasan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Menangkap Pesona Tersembunyi Pantai Ngantep melalui Komunikasi Pariwisata di Era Digital