
Bojonegoro, Pustakalewi.Net – Banjir yang melanda Kabupaten Bojonegoro sejak tanggal 29 Desember 2007 benar-benar bikin heboh. Kota Bojonegoro yang terletak persis di tepi tanggul sungai Bengawan Solo untuk kali pertama dalam sejarah tenggelam secara keseluruhan.
Seluruh kota Bojonegoro yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Kota tergenang banjir yang merupakan banjir kiriman dari Jawa Tengah. Tingginya curah hujan di hulu Bengawan Solo mengakibatkan tanggul yang melintasi ibu kota Kabupaten Bojonegoro meluap.
Untungnya, sebagian warga kota Bojonegoro telah siap menyambut banjir kiriman yang tanda-tanda awalnya telah mereka ketahui dari tenggelamnya Kota Cepu yang berada di perbatasan antara kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah sehari setelah perayaan Natal. Ketinggian air yang mencapai 2 meter lebih yang menenggelamkan kota Cepu menjadi warning bagi warga kota Bojonegoro.
Tanda-tanda akan tenggelamnya kecamatan Kota yang merupakan ibukota Kabupaten Bojonegoro itu diantisipasi dengan baik oleh para hamba-hamba Tuhan se-Kabupaten Bojonegoro yang berkumpul di Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) pada Sabtu pagi (29/12).
Dalam waktu yang singkat para hamba Tuhan yang berkumpul bersepakat untuk mendirikan posko banjir bersama yang ditempatkan di GKJTU dimana mereka berkumpul.
Membagikan 250 bungkus nasi
Pada pertemuan singkat itu disepakati agar ibu-ibu BAMAG segera mengadakan dapur umum untuk memberi makan warga yang kelaparan dan terjebak banjir. Dalam waktu singkat mereka berhasil memasak nasi sebanyak 250 bungkus yang segera dibagi-bagikan kepada warga yang telah semalaman tidak makan akibat seluruh rumahnya tenggelam.
Langkah cepat itu dapat terealisir oleh kerelaan panitia natal GKI Bojonegoro yang menyumbangkan sisa anggaran gereja yang diperuntukkan pada saat natal dan anggaran untuk perayaan menyambut tahun baru 2008.
Menurut Pdt.Stefanus Semianta, mantan ketua BAMAG Kabupaten Bojonegoro yang ditemui Pustakalewi.Net, BAMAG Kabupaten Bojonegoro akan menfollowup kegiatan bantuan logistik itu dengan mendirikan tiga dapur umum sekaligus.
(Toga)

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026
Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya