
Surabaya – Ikut ambil bagian dalam gelaran Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026 Program Studi Teknologi Pangan UK Petra menggelar Petra Food Quest: The Supermarket Challenge 2026 di Galaxy Mall 3 dan The Gourmet Supermarket, Surabaya. Melalui tantangan kompetisi belanja dan talk show edukatif bersama praktisi industri, acara ini membekali generasi muda dengan literasi membaca label kemasan, memahami isu Ultra-Processed Food (UPF), serta menerapkan analisis kritis dalam memilih produk pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas.
Pesatnya perkembangan industri pangan olahan menuntut masyarakat untuk semakin cermat dalam memilih produk yang aman dan bergizi. Menjawab tantangan literasi pangan publik tersebut, Program Studi Teknologi Pangan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan kegiatan edukatif interaktif bertajuk “Petra Food Quest: The Supermarket Challenge 2026” bertempat di Galaxy Mall 3 dan The Gourmet Supermarket, Surabaya. Acara ini melibatkan puluhan tim siswa SMA beserta pendamping untuk menerapkan analisis kritis produk secara langsung di lapangan melalui simulasi belanja berbatas waktu.
Sesi ini dibuka oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan UK Petra, Dr. Renny Indrawati, S.TP., M.Nat.Sc., M.Si., yang membedah isu terkait Ultra Processed Foods (UPF) berdasarkan klasifikasi sistem NOVA. UPF merupakan formulasi industri yang umumnya tersusun dari berbagai bahan hasil pengolahan dan dapat mengandung bahan tambahan tertentu untuk membentuk rasa, warna, tekstur, atau tampilan produk. Namun, keberadaan satu jenis bahan tambahan pangan tidak serta-merta menjadikan suatu produk sebagai UPF.
“Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak pada kecemasan berlebih (food anxiety) hanya karena mendengar istilah makanan olahan atau processed food. Kunci utamanya adalah memprioritaskan Informasi Nilai Gizi secara komprehensif—memastikan kecukupan protein dan serat, serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh,” terang Dr. Renny Indrawati.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan talkshow bertema “Beyond the Product: Membangun Inovasi Pangan yang Bernilai, Berdampak, dan Berkelanjutan” bersama tiga praktisi industri terkemuka:
- FeliaWahono (Head of People Development Operational & Support, PT Dua Kelinci): Memaparkan standar teknologi pemrosesan modern dalam menjaga mutu, kualitas gizi, dan keamanan produk olahan di tengah perubahan tren selera konsumen.
- AisaHermina (Product Development & Quality Control, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. – Bogasari Division): Mengedukasi persepsi publik terkait olahan gandum, gluten, serta pengembangan produk tepung gandum utuh (whole wheat) untuk gaya hidup sehat.
- CiptoKurniawan (CEO PT Parimas Boga Raya – Brand ‘Ayumie’): Mengklarifikasi berbagai mitos seputar mi instan dan tips mengenali mi yang sehat.
Pada babak final di panggung utama, para peserta dihadapkan pada berbagai skenario pengambilan keputusan saat berbelanja. Dewan juri menguji kemampuan analisis kritis peserta dalam menilai klaim pemasaran serta mempertimbangkan secara bersamaan kesepadanan harga, tanggal kedaluwarsa, dan nilai gizi produk.
Melalui Petra Food Quest 2026, Program Studi Teknologi Pangan UK Petra berkomitmen untuk terus mengedukasi generasi muda agar menjadi konsumen cerdas yang kritis, melek gizi, serta mampu mendukung terciptanya ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.
Dr. Renny Indrawati. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak – pihak yang juga sudah ikut mendukung kegiatan tersebut seperti BMW Astra Surabaya, Profira Clinic, Apolo Gadget Store, Vasa Hotel, Mercure Surabaya Grand Mirama, Hotel Kokoon Surabaya, dan Fave Hotel Graha Agung Surabaya, info/red

Berita Lainnya
Gelaran Petranesian Business & Education Fair 2026 UK Petra Berhasil Raih Rekor MURI
UK Petra Surabaya Gelar Petranesian Business and Education Fair 2026
Pakar Kesehatan UK Petra Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan Paru