23 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Walikota Solo Gregetan Jika Siswa SMK Ketinggalan Teknologi

9 / 100 SEO Score
Gibran tinjau SMK

Solo – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku gregetan melihat lulusan SMK tidak diterima di industri, begitu juga jika lulusan SMK harus ditraining lagi untuk bisa bekerja.

“Saya juga gregetan melihat komputer di SMK-SMK itu jadul dan guru-gurunya ketinggalan dalam teknologi bahkan tidak tahu bagaimana unmute dan mute saat zoom meeting,” ujar Gibran saat menghadiri audiensi Wali Kota Solo dengan dunia usaha, industri dan dunia kerja (dudika) di SMK 2 Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021).

Menurut Gibran, meskipun SMK bukan urusan wali kota tetapi urusan provinsi, tetapi jika banyak lulusan SMK yang menganggur maka hal itu akan menjadi urusan daerah. Oleh karena itu, pihaknya berharap semua SMK di Solo bisa disentuh pelaku industri.

“Karena kita tidak ingin SMK menjadi pabrik pencetak pengangguran. Nanti selesai lulus langsung bekerja tidak perlu training lagi,” katanya.

Lebih lanjut Gibran juga mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam konsorsium untuk membantu dan mendampingi SMK. Seperti yang dilakukan Sinarmas dan Astra dan industri lainnya yang membentuk konsorsium melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) nya memberikan hibah pembangunan dan infrastruktur di SMK 2 Solo.

“Saya juga berterima kasih karena, saat kampanye dulu saya mengatakan di Solo akan ada sekolah sosial media, saat itu pada ketawa-ketawa dan saat ini benar-benar bisa direalisasikan,” katanya lagi.

Tetapi, menurut Gibran apa yang ada di SMK di Kota Solo tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan di Kudus.

“Di sana luar biasa sekali, saya juga minta apa yang dilakukan di Kudus melalui Djarum Foundation bisa dilakukan di Solo. Besok Senin ada Pak Menteri (Menteri Pendidikan) dan Pak Gubernur (Gubernur Jawa Tengah) ke sini, pasti mereka juga minta. Karena harusnya SMK se Jateng bisa dibuat seperti di Kudus,” jelasnya lagi.

Untuk bisa mengupdate kebutuhan industri, pihaknya juga meminta kepada pelaku industri untuk setiap bulan atau dua bulan menengok SMK. Sebab update kebutuhan industri perlu dilakukan agar bisa menjawab kebutuhan industri saat ini. Sumber Daya Manusia (SDM) guru-guru dan kepala sekolah yang tidak memadai lagi akan ketinggalan. Sehingga setiap saat perlu diperbarui termasuk kurikulum pelajarannya.

“Jadi tidak hanya sekedar terima CSR atau dana tetapi juga SDM perlu dikembangkan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu juga hadir Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto serta konsorsium perwakilan donatur yakni dari Astra Internasional dan Sinarmas. Rombongan juga sempat berkeliling melihat fasilitas dan pembangunan ruangan dari hibah dana dari konsorsium. Selain SMK 2, hibah juga diberikan untuk SMK 5 dan SMK 6.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 2 Solo, Sugiyarso mengatakan bantuan yang diterima di SMK 2 berupa dana hibah dari Astra Internasional dan Sinarmas diwujudkan betrupa tiga ruangan teori ruang kelas yang sudah konsigurasi, ruang laboratorium lengkap dengan 108 komputer baru.

“Selain itu juga pengembangan SDM dimana kami link dengan UGM,” ujarnya. Info/red

9 / 100 SEO Score