29 February 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Wali Kota Eri Kukuhkan Forum Puspa Srikandi Surabaya, Cara Pemkot Surabaya Cegah Tafficking


56
/ 100


pemkot Surabaya kukuhkan Puspa Srikandi

Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengukuhkan Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum Puspa) Srikandi Surabaya. Acara pengukuhan berlangsung di Balai Kota Surabaya pada Kamis, 5 Oktober 2023.

Forum Puspa dibentuk berdasarkan Keputusan Wali Kota Surabaya No. 100.3.3.3/ 208/436.1.2 Tahun 2023 pada tanggal 7 Juni 2023, dengan nama Srikandi. Pembentukan forum ini, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mensejahterakan perempuan dan melindungi anak-anak di Kota Surabaya.

“Sehingga Pemkot Surabaya tidak hanya sendiri di dalam forum itu, mulai dari perguruan tinggi, perusahaan dan ahli, kita ikutkan semuanya. Sehingga apapun itu adalah untuk menjaga atau melindungi perempuan dan anak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi usai mengukuhkan Forum Puspa Srikandi.

Eri Cahyadi menuturkan pengukuhan Forum Puspa Srikandi, sesuai dengan instruksi dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu, Pemkot Surabaya terus bersinergi dengan sejumlah stakeholder untuk atasi permasalahan-permasalahan terkait perempuan dan anak di kota Surabaya.

“Kita juga menggandeng KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan Kementerian Agama (Kemenag). Salah satunya adalah untuk mencegah pernikahan dini, itu kita lakukan,” ujarnya.

Wali Kota Eri meminta keikhlasan seluruh unsur yang terlibat dalam pembentukkan Forum Puspa Srikandi Surabaya. Agar tujuan utama Forum, yakni membantu warga Surabaya dalam menciptakan kesejahteraan segera tercapai.

“Karena warga Surabaya ini banyak, tidak mungkin kalau pemerintahnya sendiri. Tapi dengan Forum Puspa Srikandi Surabaya ini, kita bisa memberikan perlindungan serta kesejahteraan kepada perempuan dan anak,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Eri juga launching Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (SIAP PPAK). Aplikasi tersebut bermaksud untuk memberikan pelayanan perlindungan perempuan dan anak, sekaligus penguatan ketahanan keluarga.

“Jadi mulai dari bullying sekolah atau kekerasan apapun terhadap anak itu bisa disampaikan ke sini semuanya. Dan ini kami akan masuk menjadi bagian dari PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga),” bebernya.

Lebih lanjut, SIAP PPAK juga terintegrasi dengan SSW Alfa, E-Health dan Aplikasi Wargaku. Layanan tersebut bisa diakses gratis oleh seluruh warga Kota Surabaya melalui https://ppa-dp3appkb.surabaya.go.id.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayanti menyampaikan pembentukan Forum Puspa ini salah satunya sebagai wadah partisipasi publik.

“Untuk menyamakan persepsi dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak. Permasalahan itu, mulai dari trafficking, kekerasan, prostitusi, pernikahan usia anak, putus sekolah, eksploitasi dan sebagainya,” tutur Ida Widayanti usai menghadiri pelantikan Forum Puspa.

Ida menuturkan, anggota Forum Puspa ini terdiri dari beragam latar belakang. Mulai dari ibu-ibu pemerhati perempuan dan anak, organisasi wanita, media, dunia kesehatan, akademisi, forum anak, hingga unsur dunia usaha bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. info/red


56
/ 100


Verified by MonsterInsights