
Yogyakarta – Umat Kristiani di kawasan Pringgondani, Caturtunggal Depok Sleman sudah berdiri berjajar dengan baju rapi di jalan kampung, Senin (2/5/2022) pagi. Mereka antusias, menanti para tetangga Muslim yang pagi ini melaksanakan Sholat Ied di jalan utama kampung tersebut.
Saat Sholat Ied usai, suasana hangat terasa saat mereka mulai saling bersalaman satu per satu. Tidak ada sekat, yang muncul hanyalah kesan rukun satu sama lain, tanpa membedakan latarbelakang.
Happy Indriono, salah satu warga Kristiani mengatakan tradisi memberikan selamat Idul Fitri memang sudah dilakukan sejak lama. Namun, dua tahun terakhir kebiasaan itu menghilang sejenak karena pandemi Covid melanda.
Ia bersama keluarga sudah bersiap sejak pagi hari, mengenakan pakaian rapi setelah mandi. Mereka lalu berjalan kaki sekitar 50 meter dan berdiri berjajar menantikan para tetangga Muslim selesai melaksanakan Sholat Ied.
“Tahun ini, kami laksanakan kembali dan rasanya sangat luar biasa. Kami antusias, karena ikut berbahagia atas apa yang tengah dirasakan saudara-saudara kami umat Muslim, merayakan Idul Fitri,” ungkapnya.
Tradisi memberikan selamat Idul Fitri usai Sholat Ied sendiri menurut Happy membawa pesan, untuk memaknai kembali kerukunan antar umat beragama. Kebhinekaan, menjadi kekuatan bersama yang saling melengkapi, memdukung satu sama lain untuk kehidupan.
”Kami memaknai kembali kerukunan antar umat beragama, yaitu bahwa kebhinnekaan menjadi kekuatan bersama yang saling melengkapi dan mendukung satu sama lain untuk menjamin keamanan, kenyamanan hidup bermasyarakat serta keselamatan dan kesehatan bersama dalam mengatasi pandemi,” tandas dia. Info/red

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Tiket Konser Guns N’ Roses Jakarta 2026 Resmi Dijual Hari Ini
Aston Sidoarjo Hadirkan Coffee Series di Kayana Restaurant