
Surabaya – Menurut data WHO dunia penderita Diabetes Melitus (DM) ini membunuh lebih satu juta orang setiap tahun – dan siapapun dapat terkena. Penyakit ini terjadi saat tubuh tidak bisa memproses semua gula (glukosa) di dalam aliran darah; menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan serangan jantung, tekanan darah tinggi, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi anggota tubuh bagian bawah. Saat ini penderita DM banyak menyerang usia muda karena pola makan yang tidak sehat sehingga menurunkan kualitas hidupnya.
Maka Stikes Katolik ST. Vincentius a Paulo Surabaya melakukan pengambdian Masyarakat dengan tajuk Pendampingan Penatalaksanaan Penderita Diabetes Melitus Di Paguyuban Diabetes Dan Hidup Sehat Kelurahan Darmo Wonokromo Surabaya dengan mitra Paguyuban Diabetes Dan Hidup Sehat Surabaya.
Kegiatan ini dengan ketua Ni Nyoman Wahyu Lestarina, M.Kep., Ners, dan Anggota Yuni Kurniawaty, S.Kep., Ners., M.SiFt. Ignatius Heri Dwianto, SST., Ft., M.Kes, Veronica Silalahi, M.Kep., Ners dan Cicilia Wahju Djajanti, S.Kep., Ners., M.Kep
Ni Nyoman Wahyu Lestarina, M.Kep., Ners, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah: meningkatkan kesehatan para penderita diabetes di paguyuban ini, meningkatkan kepatuhan penderita diabetes dalam penatalaksanaan diabetes, meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes sehingga dapat mencapat standar Kesehatan yang optimal.
“Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah peningkatan kualitas hidup penderita DM yang ditandai dengan penurunan kadar gula darah dalam rentang normal, peningkatan pengetahuan serta kepatuhan penderita DM dalam penatalaksanaan DM serta peningkatan strategi koping adaptif dari penderita DM.” Ungkap Lestarina pada Senin, (1/10/2023).
Lestarina Menambahkan pemberdayaan kemitraan Masyarakat ini dilakukan untuk membantu penderita DM meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara pemakaian sepatu insole, sosialisasi dan pendampingan terkait penatalaksanaan DM dan strategi koping dalam menangani stress penderita DM.
Pada kesempatan yang sama Isma Subiyanto selaku kordinator Paguyuban Diabetes Dan Hidup Sehat Surabaya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggotanya dapat memotivasi penderita DM di Paguyuban Diabetes Hidup sehat untuk dapat menjaga kepatuhan diet.
“ini merupakan inovasi bagi kami untuk pengontrolan kadar gula darah dengan penggunaan sepatu insole serta pengelolaan stress dengan strategi koping yang adaptif, karena selama ini kami hanya tahu melalui obat dan diet makanan saja.
Perlu diketahui bahwa kegiatan ini pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat tahun anggaran 2023. Progaram pengabdian kepada masyarakat ini memberikan bantuan pendanaan kepada perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasinya demi meningkatkan daya saing bangsa. Info/red

Berita Lainnya
Komunikasi di Tengah Kendala: Dinamika Interaksi Mahasiswa Untag Surabaya dengan Masyarakat Pesisir Gresik
Peningkatan Kesehatan Mental dan Regulasi Emosi dengan Pelatihan Journaling Bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Kertosono Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik
Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Panduan Oven Pengering Ikan Asin untuk Warga Kertosono