
Gresik – Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76 banyak cara yang dapat dilakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Salah satunya dengan mengadakan perlombaan atau tasyakuran bersama di kota maupun desa.
Meski kali ini ada yang berbeda dengan dua tahun sebelumnya, dikarenakan masih musim pandemi COVID-19, sehingga setiap kegiatan wajib melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Seperti perlombaan fashion show (peragaan busana) yang dihelat di Desa Glatik, Kecamatan Ujung Pangkah, Sabtu (21/08/2021).
Duo peserta yakni Lu’lu’il Ma’nun dan rekannya, Ziah mampu menyita perhatian penonton. Mereka mengusung konsep daur ulang sampah plastik untuk busana yang dipamerkan. Tentu munculnya busana ‘plastik’ itu cukup menghibur dan memberikan edukasi pada masyarakat umum.
Menurut Lukil, panggilan karibnya, busana plastik yang ia kenakan sekaligus rancangannya tersebut dominan warna merah dan putih, simbol keberanian sekaligus kesucian para pahlawan bangsa. Tak kalah penting lagi kata wanita yang baru saja menyelesaikan tesisnya di jurusan hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini, pakaian dengan konsep daur ulang bermakna pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.
Sepengetahuannya, selama ini di Kabupaten Gresik, pengelolaan sampah masih dengan cara konvesional dan paling banyak dilakukan adalah proses pembakaran. Dengan begitu, dia berpendapat disamping tetap mengganggu kemurnian udara, pembakaran juga berarti membiarkan sampah tidak mempunyai nilai tambah atau bernilai ekonomis.
“Hal terpenting dari _fashion show_ yang saya ikuti bersama Ziah ini adalah upaya menghadirkan inspirasi serta inovasi dalam hal pengelolaan sampah bagi warga agar mempunyai nilai guna,”ujarnya.
Lebih lanjut, Lukil berharap dari busana yang sudah ditampilkan di _fashion show_ itu nantinya dapat membuat masyarakat terdorong hati, pikiran, serta tindakannya untuk bersama-sama melakukan pengelolaan sampah. Nantinya Lukil berkeinginan busana plastik hasil karyanya bersama Ziah ini mampu menjadi daya dorong masyarakat untuk mendaur ulang sampah.
“Bersyukur kalau masyarakat dapat bergerak bersama kami untuk meningkatkan ini ke usaha mikro,” pungkasnya. info/red

Berita Lainnya
THREASURE, 3rd Anniversary Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya Gala Dinner hadirkan perayaan khas “Warisan Nusantara”
Kebaktian Kenaikan Yesus Kristus GKJW Ngagel Surabaya: Bulan Mardiko
Wedding Venue di Atria Hotel Malang: Wujudkan Hari Bahagia yang Lebih Berkesan dengan View Pegunungan