15 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Sekolah Kristen Bethel Sulung, Sekolah Multi Etnis di Surabaya

55 / 100 SEO Score

20250228 Sekolah Bethel 1
Suasana pembelajaran di Sekolah Kristen Bethel Sulung

Surabaya, Pustakalewi.com – Sekolah Kristen Bethel Sulung dikenal sebagai sekolah Kristen multi etnis di Surabaya. Etnisitas siswa-siswi beraneka ragam di sekolah ini, mulai dari Jawa, Tionghoa, sampai etnisitas dari Indonesia Timur. Bahkan, etnisitas terbanyak ialah anak yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu sebab kenapa banyak siswa siswi dari wilayah NTT adalah karena sekolah ini menjadi tempat Pendidikan bagi anak-anak dari Panti Asuhan Bukti kasih dan Panti Asuhan Yestoya. Meskipun sebagian siswa dari panti, tidak ada diskriminasi hak Pendidikan yang mereka terima.

Sekolah Bethel Sulung berlokasi di Jl. Kutisari Utara VII No.1, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur. Sekarang sekolah ini menyelenggarakan Pendidikan di tingkat TK, SD, dan SMP. Kepala SD dan SMP sekarang adalah Priyo Santoso Lumadio.

Sekolah yang berada di bawah naungan Gereja Bethel Indonesia ini mempunyai visi membentuk generasi yang berprestasi, berkarakter dan peduli pada lingkungan. Misi sekolah ialah mendidik dan membina siswa-siswi menjadi pribadi yang berprestasi, berkarakter dan peduli pada lingkungan.

Sekolah Bethel Sulung memiliki fasilitas dasar untuk kebutuhan pendidikan sekolah, seperti laboratorium dan perpustakaan. Sekolah Bethel Sulung juga memiliki ekstrakurikuler di bidang Bahasa dan seni untuk mengambangkan talenta siswa siswinya. Ekstrakurikuler bagian bahasa yaitu bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan bahasa Korea. Ekstrakurikuler seni yaitu seni musik, seni suara, persekutuan doa, dan seni tari.

Sekolah Bethel Sulung yang sekarang memiliki 25 guru dan tenaga Pendidikan ini juga memiliki bantuan dari pemerintah berupa dana BOS (Bantuan Operasi Sekolah). Bantuan ini membantu pembiayaan sekolah siswa-siswi yang berkisari di angka Rp 100.000,- sampai dengan Rp 300.000,- setiap bulan.

Ketika berbicang dengan Pustakalewi.com pada Rabu, 12 Februari 2025, Priyo Santoso selaku kepala Sekolah Bethel Sulung mengharapkan untuk tahun akan datang siswa-siswi tidak hanya unggul di sisi akademik, tapi juga mampu menguasai survive skill. Survive skill atau yang kita kenal sebagai life skill atau keterampilan hidup adalah berbagai kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menghadapi tantangan dan tuntutan hidup sehari-hari secara efektif. Keterampilan ini tidak hanya mencakup kemampuan akademis atau teknis, tetapi juga kemampuan sosial, emosional, dan kognitif yang memungkinkan individu untuk beradaptasi, berkembang, dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

Life Skill dikelompokkan menjadi beberapa aspek. Pertama keterampilan kognitif, kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan belajar secara mandiri. Kedua yaitu keterampilan intrapersonal, kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri, membangun harga diri, berpikir positif, dan memiliki motivasi diri.

Ketiga keterampilan interpersonal, Kemampuan berkomunikasi secara efektif, membangun hubungan yang sehat, bekerja sama dalam tim, dan menyelesaikan konflik. Keempat keterampilan mengatasi tantangan, seperti kemampuan menghadapi stres, mengatasi masalah, beradaptasi dengan perubahan, dan mengelola waktu.

Life skill sangat penting untuk kehidupan anak-anak SD maupun SMP yang dapat membantu masa depan mereka. Peranan life skill dalam kehidupan anak-anak berupa sukses dalam kehidupan, mengatasi tantangan, membangun hubungan yang sehat, berkontribusi pada masyarakat.

(Pramodya/Redaksi)

20250228 Sekolah Bethel 2
Jurnalis Pustakalewi.com bersama Kepala Sekolah Kristen Bethel Sulung

55 / 100 SEO Score