26 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

RS Siloam Surabaya Tingkatkan Layanan dan Tangani Penyakit Kompleks

60 / 100 SEO Score

Siloam Hospital Surabaya

Surabaya – Rumah Sakit Siloam Surabaya resmi bertransformasi menjadi Mochtar Riady Center for Advanced Care, sebuah langkah yang diklaim sebagai upaya menjawab meningkatnya kebutuhan penanganan penyakit kompleks di kawasan Indonesia Timur.

Pengembangan ini dilakukan oleh Siloam International Hospitals (SILO) melalui peningkatan kapasitas layanan, teknologi medis, dan integrasi kecerdasan buatan (AI).

Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, mengatakan bahwa transformasi ini berfokus pada penerapan teknologi canggih untuk mendukung lebih dari 150 dokter spesialis.

“Kebutuhan di Indonesia Timur, khususnya Jawa Timur, adalah penanganan penyakit yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kami bertransformasi menjadi Advanced Care,” ujar David dalam konferensi pers, Kamis, 20 November 2025.

David memaparkan sejumlah perangkat mutakhir yang kini menjadi pilar layanan rumah sakit:

• Linear Accelerator (Linac) – Alat radioterapi presisi tinggi yang ditempatkan di basement, mampu menargetkan tumor secara langsung tanpa prosedur invasif.

• PET Scan – Direncanakan terpasang pada Januari 2026, memberikan kemampuan deteksi penyebaran kanker secara lebih akurat dan melengkapi fasilitas diagnostik yang sudah ada.

• ICU Berbasis AI – Unit perawatan intensif yang kini menjadi pusat jaringan Siloam, dilengkapi sistem kecerdasan buatan untuk memprediksi kondisi kritis pasien.

“Dengan AI, kita bisa mendeteksi kondisi pasien 30 menit sebelum jatuh kritis. Dulu, kami hanya bisa bereaksi setelah pasien drop. Sekarang, kami proaktif,” ungkapnya.

David menambahkan bahwa penggunaan AI di Siloam bukan sekadar lewat aplikasi, tetapi melalui pengembangan fondasi data medis yang kuat.

Hal ini dimungkinkan karena seluruh jaringan Siloam—41 rumah sakit—sudah terhubung dalam sistem Electronic Medical Record (EMR) terintegrasi.

Executive Director Siloam Surabaya, dr. Maria Magdalen Padmidewi, menekankan bahwa teknologi tidak bisa berdiri sendiri tanpa kesiapan tenaga medis.

“Selain alat berteknologi canggih seperti Linac dan alat radio nuklir untuk deteksi sel kanker, tenaga medis yang melakukan juga harus kompeten. Hasil valid hanya bisa diberikan jika dokter kami terlatih dan siap menggunakan teknologi tersebut,” jelas dr. Maria.

Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan fisik rumah sakit turut dilakukan, termasuk ruang tunggu yang lebih luas serta pemisahan sirkulasi pasien sakit dan tidak sakit untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan layanan.

Transformasi ini menjadi langkah strategis Siloam dalam memperkuat layanan kesehatan lanjutan di Jawa Timur, sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi dan kompetensi sumber daya manusia bergerak bersama dalam menghadapi kebutuhan medis yang semakin kompleks. Info/red

60 / 100 SEO Score