
Surabaya – Yayasan Persekutuan Penelaahan Alkitab (YPPA) Lahai Roi mengadakan persekutuan bersama para mahasiswa yang berasal dari UTM, Unair, ITS, dan lain-lain, pada hari Sabtu, 30 Mei 2026
Berada di Gedung Serbaguna REC Ruko Este Square Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.18 Kav. D15, Mulyorejo. Persekutuan diadakan pukul 17.00 sampai 19.00 dengan pembukaan yang seru, yaitu ice breaking. Ice breaking ialah tebak-tebakan gambar hewan.
Para penjawab yang benar diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan mendapat hadiah kecil. Ice breaking bertujuan untuk saling mengenal mahasiswa-mahasiswi yang berbeda-beda kampus. Kemudian mahasiswa-mahasiswi menyanyikan lagu sekolah minggu sebagai kenang-kenangan kecil.
Sebelum Firman Tuhan yang dipimpin oleh penginjil Ev. Andreas Go, M.Th. dengan tema “Walking with God Through Suffering”, mahasiswa-mahasiswi menyanyikan lagu “Sujud Di Altar-Nya” dengan segenap hati.
Dilanjutkan dengan lagu “Harapanku”. Penginjil Andreas membawa tema tersebut dengan Kitab Mazmur 88. Beliau memberikan kesempatan sebelum mulai Firman Tuhan, yaitu apa saja syukur kita hari ini, mahasiswa-mahasiswi beserta aktivis senior dan junior saling sharing.
Penginjil Andreas mau mengatakan bahwa kehidupan manusia tidak selalu dalam situasi baik-baik saja yang membuat kecenderungan besar untuk bersyukur. Kehidupan manusia Kristen yang percaya selalu bersyukur atas kehidupan sehari-hari, walaupun penuh dengan tantangan. Dari Mazmur 88 berisi pergumulan-pergumulan kehidupan dari Heman yang mengalami sakit kusta. Sebelum bergumul, ia melakukan pengakuan iman dengan menyebutkan “Allah” secara personal, YHWH (Yehovah). Ayat-ayat berikutnya Heman menyuarakan isi hati atas penyakitnya. Kemudian Heman memutuskan tetap berjalan di tengah ketidaktahuan dan mengeluh kepada Tuhan. Kehidupan yang kita pelajari dari Mazmur 88 yang berakhir setelah pergumulan kehidupan berat ialah sadar bahwa ini adalah rencana Tuhan untuk kita.
Mahasiswa-mahasiswi menulis di kertas kecil berisi pergumulan dan doa sebagai refleksi. Kegiatan kecil ini untuk menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswi mengalami struggle masing-masing namun memiliki pengharapan kepada Allah. Dan juga mendoakan bersama kepada Allah. Pengharapan membawa mahasiswa-mahasiswi berani dan berkomitmen bersaksi tentang Tuhan di dalam pergumulan. Info/red/pram

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Berpeluang Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun dari Pemerintah
Bangkitkan Soliditas dan kekuatan kebersamaan di dalam KPPM kota Surabaya
Charter Night Lions Club Surabaya Wira Nusantara Dikukuhkan dan Siap Mengabdi untuk Masyarakat