
Surabaya, Pustakalewi.com – Tak jauh dari hiruk pikuk kegiatan kampus Universitas Airlangga Kampus A dan B, ada sebuah gereja yang melayani masyarakat sekitar. Gereja itu adalah Gereja Bethel Indonesia Dian (GBI Dian) yang terletak di Jalan Karang Menjangan nomor 114, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pdt. Budi Utomo adalah gembala di GBI Dian bersama istrinya, Yanti Saiya, yang berstatus Pendeta Pembantu Pertama (Pdp.). Mereka sudah dikarunia dua anak, anak pertama Debora Egajian Kristanti Utami dan anak kedua Fineza Kristiani Utami.
Pdt. Budi mengenyam pendidikan dari sekolah dasar di SD YBPK Kristen Mojokerto, sekolah menengah pertama di SMP Pancasila Surabaya, dan sekolah menengah atas di SMA Negeri 8 Surabaya. Dia melanjutkan kuliah di Universitas Lambung Mangkurat, Fakultas Pertanian di tahun 1982-1992. Dari perkuliahan Universitas Lambung Mangkurat, dia lanjut fakultas pertanian di International Conference of Project Management (ICPM). Dia juga berkuliah Sekolah Tinggi Teologi Sunsugos Jakarta di tahun 2014-2016.
Perjalanan pelayanan yang ditempuhnya dalam suka dan duka juga panjang. Pernah melayani di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, GSJA Bogor, GDB Suramadu, Gereja Bethany Kendangsari, dan Gereja Bethany Tambak Rejo. Dan pada akhirnya pada Desember 1991, melayani di GBI Dian. Pada Maret 1997 berstatus sebagai pendeta pembantu, kemudian pada 2011 sebagai pendeta muda dan sekarang berstatus pendeta madya.
GBI Dian resmi berdiri pada 09 Januari 1967 dengan pendiri Pdt. Corneles Saiya. Dipilihnya kata “Dian” mempunyai arti cahaya yang bersinar bagaikan lampu di perjamuan kudus.
Menurut Pdt Budi Utomo Kehidupan manusia yang penting adalah sesudah hidup di dunia ini. Jadi hidup itu adalah kesempatan untuk memperoleh hidup kekal. karena itu selain Pdt Budi Utomo mendalami Firman Tuhan, ia harus jadi pemberita Injil / pendeta. Pemikiran kesadaran tentang kehidupan manusia mendorong kemauan Pdt Budi Utomo jadi hamba Tuhan.
Kesan Pdt Budi Utomo ialah Tuhan memberi kita peran sebagai Imam, wakil manusia pada Tuhan. Kita perlu belajar Teologi. Kita juga perlu belajar dari khotbah-khotbah lain sebagai referensi. Pembelajaran penting ialah belajar Firman Tuhan dan merenungkannya.
(Pramudya/Redaksi)

Berita Lainnya
Pemkab Kediri Gelar Ibadah Perayaan Paskah Bersama 2026, Bupati Kediri: Bentuk Perhatian Pemerintah
PGI dan AYANA Tegaskan Peran Strategis Gereja dalam Keadilan Iklim
Pernyataan Sikap PGI Atas Peristiwa Tangerang